Beranda Bogor Raya

Pem­bangunan Tol Bocimi Terkendala Puluhan Lahan Warga

BERBAGI
DIGEBER: Para pekerja sibuk mengerjakan proyek Tol Bocimi yang kini dikebut untuk bisa selesai September mendatang.

CIAWI–RADAR BOGOR, Meski ditarget ber­­operasi bulan depan, tapi pem­bangunan tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) masih terkendala lahan.

Pasalnya, ada sekitar 20 titik lokasi di Kecamatan Ciawi, Caringin, dan Cigombong yang belum dibebaskan. Kondisi tersebut menghambat pengerjaan kons­truksi berupa ramp keluar masuk di beberapa titik.

Pimpinan Proyek (Pimpro) Tol Bocimi dari PT Trans Jabar Tol ( TJT), Joko Susilo menjelas­kan bahwa hingga sekarang prog­ress proyek Tol Bocimi berada di angka 90,5 persen. Jika ditotal-total, ada sekitar 20-an lahan milik warga yang perlu dibebaskan untuk membangun ramp keluar masuk jalan tol.

Alhasil, pengerjaan konstruksi tersendat. Pembangunan ramp keluar-masuk jalan tol di dua lokasi menunggu lahan di bawahnya dibebaskan terlebih dahulu. “Khususnya yang Caringin dan Cigombong ter­ganggu untuk kaki simpang susun,” jelasnya kepada Radar Bogor belum lama ini.

Khusus lokasi di Keca­matan Cigombong, merupakan per­mintaan dari warga yang me­­rasa terdampak. Sehingga meminta kepada pihak pe­lak­sana untuk lahannya juga ikut dibebaskan. “Di Ci­gom­­bong ada lahan terdampak, seka­rang mau proses appraisal. La­han punya warga, sudah mau tapi kan munculnya baru,” terangnya.

Selain itu, beberapa ramp di lokasi lainnya sudah mulai ta­hap pengecoran span. Seperti di Ciawi yang sebentar lagi proses pengecoran tiga span, serta di Cigombong penge­co­ran dua span. “Tinggal ramp-rampnya, kalau jalan utama sudah jadi kaki-kaki simpang susun,” kata Joko.

Meski ditarget untuk ber­ope­ra­si pada September 2018, tapi ia mengaku optimis. Joko berha­rap, cuaca men­du­kung untuk merampungkan pro­yek Tol Bocimi secara keseluruhan.
“Targetnya Sep­tember tahun ini beroperasi. Kalau cepet bebas sih terkejar, selama tidak hujan,” tukasnya.(fik/c)

Baca Juga