Beranda Nasional

Beredar Ancaman Gempa Susulan 7,5 SR Nanti Malam dan Tsunami Besar, BNPB : Itu Hoaks

Tim Basarnas tengah mengevakuasi para wisatawan asing, Senin (6/8). Saat gempa terjadi, mereka tengah berwisata yang berkunjung ke Gili Meno dan Gili Trawangan (Foto via Basarnas)

LOMBOK-RADAR BOGOR, Sebuah pesan berantai jika malam nanti sekitar pukul 22.30 WITA akan ada gempa susulan berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) dan ancaman tsunami di tiga Gili beredar di media sosial.

Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, memastikan kabar tersebut hoaks atau bohong.

“Saya pastikan broadcast soal gempa susulan7&,5 SR yang  beredar di sana (Lombok) itu hoaks,” kata Sutopo saat dikonfirmasi, Senin (6/8/2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa 7 skala richter (SR) Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah gempa utama atau main shock dari rangkaian gempa sebelumnya.

“Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar,” terang Sutopo.

Sutopo juga memastikan ancaman tsunami yang lebih besar juga hoaks. Untuk itu para wisatawan yang berada di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Mano tidak perlu panik meminta dievakuasi.

“Ada isu di tiga Gili ini harus dikosongkan karena ada ancaman tsunami. Isu gempa dan tsunami yang lebih besar itu adalah hoax,” tegas Sutopo.

Kata Sutopo, BMKG menjamin tidak akan terjadi tsunami. Lombok, sambungnya, hanya akan terkena gempa susulan yang tidak besar.  “Kecil dan tidak akan merusak,” jelasnya.

Jadi Korban Gempa Lombok, Ratusan Wisatawan di 3 Gili Mulai Dievakuasi

Atas alasan itu, Sutopo bahkan mempersilakan kepada para turis yang mau memperpanjang masa berwisata di ketiga Gili tersebut.

“Jadi kalau wisatawan ingin memperpanjang tinggal di tiga Gili tadi silakan, tidak wajib harus keluar,” pungkasnya. (ysp)

Baca Juga