Beranda Ekonomi

Jadi Eksportir Pesawat Militer, Ini Hambatan yang Ditemui PTDI

BERBAGI
Pesawat buatan PTDI (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor pesawat terbang untuk menambah devisa. Salah satunya yang dilakukan oleh perusahaan produsen pesawat militer PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.

Sayang, PTDI kerap mengalami kendala di bagian pembayaran baik ketidakcukupan dana pembeli hingga aturan pembelian yang rumit di negara lain. PTDI menyampaikan adanya rencana pembelian dari buyer Nigeria namun masih terkendala sistem pembayaran.

Hal ini disebabkan oleh permintaan buyer agar pembayaran dilakukan melalui counter purchase yakni pembayaran melalui pihak kedua yang dilakukan rekanan Indonesia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan PTDI menggelar pertemuan teknis.

Dalam pertemuan itu PTDI menyampaikan bahwa masih banyak kendala yang ditemui perusahaan besutan BJ Habibie ketika hendak mengekspor pesawat.

“Beberapa hambatan yang ditemui negara calon pembeli, seperti tidak cukupnya dana buyer untuk melakukan pembayaran dan peraturan yang mengharuskan pembelian dilakukan melalui agen setempat,” ujar Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Marolop Nainggolan dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (2/8).

“Melalui pertemuan ini diharapkan diperoleh informasi mengenai hambatan, tantangan, serta masukan terkait peluang ekspor pesawat terbang Indonesia,” lanjutnya.

Hingga 2017, PTDI telah membuat sebanyak 431 unit pesawat terbang. Tipe yang paling banyak dipesan antara lain NC212i sebanyak 110 unit, helikopter NBO105 sebanyak 122 unit, dan saat ini sedang dikembangkan jenis CN 235, pesawat terbang kecil dengan kapasitas 40 pak. Pada Juni 2018 lalu, PTDI sudah mengekspor dua unit pesawat NC212i kepada Angkatan Udara Filipina.

(uji/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga