Beranda Politik

Duet Prabowo – AHY, Solusi untuk Masyarakat Milenial?

BERBAGI
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berjabat erat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (JawaPos.com)

JAKARTA РRADAR BOGOR, Partai Demokrat hari ini resmi mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon pendamping Prabowo Subianto di Pilpres mendatang. Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan, yakin putra sulung ketua umum partainya itu bakal diperhitungkan Prabowo, karena elektabilitasnya tertinggi dibanding kandidat lain.

Menanggapi konstelasi politik jelang pendaftaran peserta pilpres 2019, Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, dari sisi usia, AHY sebagai representasi milenial dan intelektualitasnya tak perlu diragukan lagi.

“Tetapi yang tidak kalah penting, pasangan ini harus menawarkan program yang bisa menyentuh kebutuhan masyakat milineal. Sekaligus programnya harus bisa menjawab persoalan-persoalan masyakat, utamanya kaum milenial,” kata Emrus saat dihubungi di Jakarta, Rabu (2/8).

Emrus juga mencontohkan, program pembangunan ekonomi kreatif dengan pendekatan milenial atau sistem pertanian yang berbasis teknologi IT. Jadi dengan teknologi komputer, para petani bisa mengetahui kapan waktu pemupukan tanaman, kapan tanaman membutuhkan air, dan lain-lain.

“Di bidang pendidikan bisa menggunakan sistem belajar mengajar jarak jauh melalui teknologi yang ada saat ini. Misalnya, mata kuliah tertentu dosennya mengajar dari eropa, mahasiswanya ada di Samosir ada di Papua,” sambungnya.

Selain gebrakan program, Emrus menyarankan Prabowo dan AHY untuk memberi kritik membangun kepada pemerintah Jokowi. “Karena dengan kelebihan dan kehebatan Pak Jokowi memimpin pemerintah, saya pikir masih ada kelemahan-kelemahan,” sambung dia.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Paramadina yang juga founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menilai AHY harus sudah berani menyampaikan kritik-kritik yang solutif bagi pemerintahan Jokowi.

“Bisa bicara tentang utang luar negeri, bicaralah tentang tenaga kerja asing, biacaralah tentang cara-cara menurunkan harga-harga pokok atau penguatan rupiah. Ini dilakukan AHY untuk dapat mendongkrak suara Prabowo di Pilpres,” kata Hendri.

(aim/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga