Beranda Politik

Ratna: Prabowo Harus Bicara, Kalau Enggak Mending Gue Presidennya

BERBAGI
Ketum Gerindra, Prabowo Subianto diminta untuk mengkritik Jokowi terkait kejadian yang menimpa Neno Warisman (Dok.JawaPos)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kasus penghadangan aktivis 2019 Ganti Presiden, Neno Warisman saat kunjungannya di Batam terus menuai sorotan. Salah satunya datang dari aktivis sekaligus kerabat Neno, Ratna Sarumpaet.

Dia mempertanyakan apakah kejadian ini memang telah dirancang oleh oknum tertentu atau tidak. Jika tidak ada kaitan politis, Ratna pun juga mempersoalkan sikap aparat keamanan yang terkesan acuh dengan aksi penolakan massa itu.

“Sekarang kan yang mesti harus dijawab itu (penolakan Neno) di organize atau itu inisiatif mereka (masyarakat). Kalau itu memang inisiatif dari rakyat, kemana keamanan, kemana polisi tidak ada yang menangani,” kata Ratna saat menghadiri acara diskusi dibilangan Jakarta Selatan, Rabu (1/8).

Dia pun memandang kasus penolakan ini sebagai nuansa yang kental politis. Ratna juga menduga masalah ini ada kaitannya dengan peran Neno sebagai aktivis 2019 ganti presiden. Padahal, dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

“Kita tuh menganut demokrasi, boleh berbeda pendapat, boleh berbeda pilihan politik pilihan presiden. Tetapi siapapun yang bertugas di dalam pemerintahan dia masih tetap harus melayani (keamanan) kita semua bahkan sampai ke detik nanti dia mau kampanye, Jokowi dia harus pikirin itu. Enggak boleh diem begitu,” ungkapnya.

Karena itu, Ratna meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada permasalahan tersebut. Baginya, pemerintah harus memberikan keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Enggak boleh pemerintah memilih-milih siapa yang mau dia urus dan siapa yang tidak mau dia urus,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ratna mengaku telah menghubungi Neno selama dua jam usai kejadian aksi penghadangan itu terjadi. Kini, Neno dalam kondisi tegar. Dia pun meminta Prabowo untuk ikut mengkritik ketidakadilan yang diterima oleh kerbatnya itu.

“Beliau (Prabowo) harus kritik pak Jokowi, tugas Prabowo sekarang berbicara hal-hal sensitif seperti ini, jangan menghindar. Namanya juga penantang, kalau enggak mending gue presidennya,” pungkasnya.

Diketahui, aksi penolakan terhadap Neno Warisman, orator tamu dalam kegiatan #2019GantiPresiden yang digagas kelompok masyarakat Batam pada Minggu (29/7) di Masjid Raya Batam, Batam Centre, telah mendapat respons serius dari Gerakan Mahasiswa Melayu (GMM) Kepulauan Riau (Kepri).

Aksi penolakan yang dilakukan sejak awal kedatangan Neno pada Sabtu (28/7) malam, sempat membuat suasana Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, sedikit kurang kondusif bagi para penggunanya.

(gwn/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga