Beranda Berita Utama

Kronologis Tewasnya Siswa SMP dengan Luka Bacok di Bubulak, Meragang Nyawa Akibat Pendarahan

BERBAGI
Siswa SMP yang ditemukan tewas dengan luka bacok di Bubulak saat dievakuasi petugas. Sofyansah/Radar Bogor

BOGOR– RADAR BOGOR, Penyebab tewasnya seorang siswa SMP yang ditemukan dengan luka bacok di Bubulak, Selasa (31/7/2018) malam,  terkuak. Pelajar naas itu menjadi korban tawuran  di RT 03 RW 08 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.

Korban diketahui berinisial IG (13) salah satu siswa SMP Negeri di Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Ia ditemukan meregang nyawa tak jauh dari lokasi tawuran.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bogor, korban meninggal setelah mengalami pendarahan akibat terkena bacokan di bagian kepala dan sekujur badan. Adapun tawuran tadi malam melibatkan tiga sekolah berbeda yang ada di Kabupaten Bogor.

Pelajar SMP Tewas di Jalan Bubulak dengan Luka Bacokan, Diduga Korban Tawuran

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sanjaya menuturkan, tawuran terjadi sekitar pukul 19.30 yang melibatkan kelompok dari tiga sekolah yang berbeda.

“Proses penyelidikan masih dilakukan. Saat ini korban masih dalam proses identifikasi di rumah sakit,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Dalam kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang saksi atas nama Mukti (17) dan Farhan (13). Dari keterangan keduanya lanjut Agah, ada yang memancing tawuran. Dimana masing-masing ‘joki tawuran’ dari tiga sekolah tersebut sudah membuat janji.

“Jadi tiga kelompok ini memang ada yang mengkoordinir dari masing-masing sekolah untuk tawuran. Namun, keterangan ini masih kita gali lagi,”  ucapnya.

Sementara Dina (39) ibu kandung Farhan salah satu saksi yang ditahan di Polsek Bogor Barat mengaku tak percaya jika anaknya terlibat dalam tawuran.

Ia menuturkan, Farhan sempat pulang sekolah sekitar pukul 13.00. Namun tak lama setelah di rumah Farhan pergi. Dina tidak mengetahui kemana anaknya pergi.

“Ya saya tahu dari tetangga, katanya anak saya ada di Polsek Bogor Barat. Justru saya datang kesini ingin cari tahu informasi yang sebenarnya,” ujar Dina.

Walaupun menurut keterangan polisi  Farhan didapati membawa cerulit di lokasi tawuran. Dina menampik hal tersebut. Menurut Dina pada saat pergi ke sekolah anaknya tidak membawa cerulit. Ia juga masih tidak percaya jika Farhan terlibat tawuran.

“Tidak. Tidak mungkin anak saya ikut-ikutan tawuran. Dia orang baik. Anaknya sangat rajin, nurut, patuh kalau disuruh orangtua,” bebernya sambil terisak.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMK Pelita Uje Sulaeman mengaku pihaknya  masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan siswanya dalam tawuran berdarah tersebut.

“Sementara baru kita gali keterangan dulu dari Farhan, murid kami. Infonya memang dia diajak main oleh temannya. Cuma untuk lebih dalamnya seperti apa, semuanya masih harus dibuktikan juga dengan keterangan yang lainnya,” ucapnya.

Terkait langkah yang akan ditempuh oleh pihak sekolah, Uje masih belum bisa memutuskan. Semua itu, kata dia, masih bergantung hasil penyelidikan dan musyawarah bersama. (cr3/ysp)

Komentar Anda

Baca Juga