Beranda Ekonomi

Komitmen KKP Penuhi Garam Konsumsi Untuk Dalam Negeri

BERBAGI
Petani garam (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA – RADAR BOGOR, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan garam konsumsi. Meski tak lagi sebagai pemberi izin rekomendasi, KKP menilai kebutuhan garam konsumsi sangat penting untuk terus disediakan.

Terhitung hingga Juli pekan keempat total garam yang diproduksi di Indonesia mencapai 88.000 ton. Jumlah tersebut berasal dari 21 tambak garam binaan KKP 69.000 ton dan produksi PT Garam sebesar 19 ribu ton.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bramantyo mengungkapkan, garam yang dihasilkan oleh petambak difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat terus mendorong ketersediaan garam konsumsi di masyarakat.

“Total tambak binaan KKP ada 21 lokasi yang tersebar di Indonesia. Tapi mayoritas ada di Madura, Gresik, NTT. Semua dikelola dalam mekanisme koperasi. Meski ini fokus untuk garam konsumsi, kemarin ada juga industri yang serap,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/7).

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi garam tidak jatuh pada musim panen, KKP telah menyiapkan program resi bank bagi petambak yang mau menyimpan garam di gudang yang disediakan.

Resi Bank ini nantinya dapat ditukar ke bank rekanan untuk mendapatkan modal produksi. Sengan program resi bank ini diharapkan para petambak tidak perlu lagi khawatir dengan harga garam.

“Jadi harga enggak jatuh. Kemarin sempat ada kabar harga anjlok dari Rp 8.000 ke Rp 2.000, karena pas lagi musim panen yang keluar banyak sekali. Ketika demand gak banyak harga jadi gak karuan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia Toni Tanduk mengungkapkan, sebagian garam lokal hasil panen dari petambak yang sedang berlangsung saat ini dapat diserap oleh sektor industri yang tidak memerlukan spesifikasi tinggi. Diharapkan,upaya di atas sudah menjadi lebih maksimal.

“Penyerapan garam lokal sedang berjalan, dan mungkin panen puncak pada akhir September hingga awal Oktober 2018. Total penyerapan berkisar 110.000 ton,” tandasnya.

(hap/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga