Beranda Metropolis

Peminat UTM IPB Melonjak

KREATIF: Koreografi mahasiswa baru IPB beberapa waktu lalu

BOGOR –RADAR BOGOR, Peserta Ujian Talenta Masuk (UTM) Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun ini mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Sehingga seleksi kali ini lebih kompetitif.

Sebelumnya, jumlah pendaftar UTM sekitar 5 ribu peserta. Tahun ini, total pendaftar UTM mencapai 9.103 orang. Terdiri atas 4.535 peserta tes tulis yang dilaksanakan Sabtu (14/7) di Bogor, dan 4.568 peserta yang menggunakan nilai seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Sementara daya tampung UTM hanya 295 orang.

UTM IPB merupakan salah satu jalur penerimaan maha­siswa program sarjana IPB yang berbasis kepe­mimpinan, kewirausahaan, dan cinta pertanian. Hal tersebut dijelas­kan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemaha­siswaan IPB, Drajat Martianto.

Menurut Drajat, ada dua metode seleksi yang digunakan yaitu ujian tulis atau melalui SBMPTN. “Seorang calon mahasiswa harus memilih salah satu dari kedua metode seleksi tersebut,” katanya kepada Radar Bogor.

Bagi yang tidak mengikuti atau tidak ingin menggunakan nilai (skor) SBMPTN, kata dia, maka mahasiswa tersebut harus mengikuti ujian tulis. Berbeda, jika yang ingin menggunakan nilai SBMPTN yang sudah diikutinya.

“Maka calon mahasiswa tersebut tidak perlu mengikuti ujian tulis,” tambah Drajat.

Nilai SBMPTN yang akan digunakan, dijelaskan Drajat, adalah nilai mata pelajaran yang sesuai dengan materi UTM IPB yang mengacu pada ujian tulis SBMPTN. Yakni tes kemampuan dan potensi akademik (TKPA) yang terdiri atas mata uji matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, TPA Verbal, TPA Numerikal, dan TPA Figural.

Selain itu, materi ujian juga terdiri dari tes kemampuan dasar sains dan teknologi (TKD Saintek)yang terdiri atas mata uji matematika IPA, biologi, kimia, dan fisika.

Lebih lanjut Drajat menga­takan, selama mengikuti pendidikan di IPB, mahasiswa yang masuk dari jalur UTM akan mendapat muatan softskill khusus untuk mening­katkan kualitas personal­nya dalam hal kepemimpinan dan kewirausahaan serta rasa cinta terhadap pertanian.

“Mahasiswa yang diterima dari jalur ini nantinya diharapkan menjadi sarjana-sarjana yang tangguh dan menjadi calon pemimpin bangsa yang berwawasan pembangunan pertanian yang kuat,” tegasnya.

Hasil seleksi UTM IPB akan diumumkan pada 21 Juli mendatang. Di samping itu, tahun ini IPB membuka kelas internasional untuk program studi kedokteran hewan, program studi teknologi industri pertanian, juga program studi ilmu dan teknologi pangan.

Untuk kelas internasional ini, ujian dilaksanakan pada hari ini namun hanya kemampuan saintek yang diujikan dan soal dalam bahasa Inggris.

“Khusus kedokteran hewan, terdapat ujian mengenai pengetahuan mengenai kedokteran hewan,” tandas Drajat.(ran/c)

Baca Juga