Beranda Bogor Raya

Mengikuti Perkembangan Fotografi

MENARIK: Make-up menjadi salah satu pendukung foto lebih menarik.

Dunia fotografi terus berkembang. Tak hanya perlengkapan, kini merambah ke genre, teknik dan inovasi lainnya. Di antaranya, conceptual photography yang menekankan emosi dari objek yang akan dipotret.

Conceptual Surealis Fotografer, Erlangga Tiar mengatakan, konsep tersebut merupakan perkembangan dari karya seni pop-art yang dituangkan para fotografer. Lebih lanjut ia mengata­kan, penyempurnaannya pun merupakan hasil inspirasi dari imajinasi fotografernya.

”Fotografer terkadang mengambil insiprasinya dari film, mimpi, dan banyak lainnya. Seperti saya terinsiprasi dari banyak film,” katanya.

Konsep tersebut terbagi dalam sureal maupun surealis. Untuk karya dengan konsep surealis, kata dia, terkadang pemi­lihan objek yang digunakan foto­grafer merupakan sesuatu yang hidup.

”Objek manusia yang biasanya dipakai untuk surealis konsep. Saya pakai konsep film Tim Burton seperti tokoh Joker, Alice In The Woderland, Charlie and The Chocolate Factory, Coco, Corpse Bride dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya, hal yang perlu diperha­tikan untuk memotret menggunakan conceptual photography yakni peranan make-up artist.

”Tidak bisa sembarang, jika di konsep beauty, make-up artist hanya bertugas untuk memberikan kesan cantik pada objek. Namun, untuk fotografi konseptual, make-up artist wajib bisa mengikuti konsep sesuai dengan imajinasi fotografernya. Make-up artist juga harus terlatih,” terangnya.

Penggunaan conceptual photography ini menggunakan 65 persen konsep dan make-up serta 35 persen perleng­kapan kamera.

Sebab, untuk konsep surealis pada tokoh-tokoh fiksi di film, tidak ha­nya sekadar makeup-nya saja, tapi juga perlu diperhatikan peru­ba­han tekstur kulit maupun perleng­kapan tambahan untuk mengubah perwa­jahan dari objek.

”Seperti menambahkan tanduk rusa untuk membuat wanita rusa, konsep foto dengan pemilihan karakter dari Tim Burton ini lebih menceritakan sisi lain dari manusia dari segi emosinya,” urainya.

Untuk menyempurnakan konsep, fotografer juga perlu modal banyak. Seperti make-up, tidak sekadar bedak, lipstik dan sebagainya. Fotografi konseptual tidak harus identik dengan karakter film, tapi bisa dengan ide-ide lainnya.

”Tentunya konsep harus matang. Kita harus manage emosi seperti kegembiraan, kesedihan. Jangan abaikan lighting dan perdalam teknik serta komposisi penggunaan kamera. Sediakan juga properti pendu­kung dan referensi konsep dari mana pun,” pungkasnya.(cr2)

Baca Juga