Beranda Bogor Raya

Masih Alami dan Jarang Dikunjungi

MASIH ALAMI: Curug Pakuan yang berada di Kecamatan Sukamakmur masih jarang di kunjungi wisatawan. Selain itu, kawasan wisata air tersebut memang belum dibuka untuk umum. (Arifal/Radar Bogor )

SUKAMAKMUR–RADAR BOGOR,Bagi para pencinta alam, Curug Pakuan bisa menjadi tujuan destinasi wisata. Sebuah air terjun alami ini berada di antara puncak Gunung Pakuan dan Gunung Pancaniti, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Untuk mencapai Curug Pakuan tentunya diperlukan fisik dan mental serta memperhatikan cuaca. Sebab, air terjun setinggi 20 meter ini berada di dalam hutan Pakuan.

“Ini masih perawan (alami, red), dan tersembunyi,” ujar Indra (15) warga Kampung Babakan Banten yang menjadi guide Radar Bogor saat menuju Curug Pakuan.

Ada dua akses jalan yang bisa dilalui oleh para pencinta alam untuk tiba di Curug Pakuan. Paling aman melalui jalur Cibadak. Bagi wisatawan yang hendak ke sana, dapat menggunakan kendaraan melalui Jalan Sukamakmur-Cibadak, lalu berhenti di Kampung Cibakatul.

Selepas itu, perjalanan dilan­jutkan dengan berjalan kaki menuju Kampung Mulyasari. “Di sana bisa rehat sejenak dan menyiapkan perbekalan untuk melanjutkan perjalanan,” tuturnya.

Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan kembali melintasi Gunung Pancaniti. Tepatnya di sebuah bukit yang berada di ketinggian 1.037 mdpl.
Setelah di Gunung Pancaniti, nantinya dapat melintasi hutan tropis. Dengan menyusuri jalan setapak selebar 30 sentimeter sepanjang 500 meter, tibalah di Lembah Walet.

“Dari sini sekitar 100 meter lagi,” tutur Indra.

Sepuluh meter menuju Curug Pakuan, wisatawan harus lebih berhati-hati. Sebab, jalanan terjal juga berbatu. Namun, sepanjang itu pula disuguhkan pemandangan undakan batu raksasa yang membentuk sebuah gua yang dikenal dengan Gua Walet.

Tak jauh dari Gua Walet, kita dapat melihat pemandangan curug yang masih alami. Warna airnya jernih dengan kedalaman turunan air terjun sepaha orang dewasa. Tak hanya itu, di balik air terjun terdapat Gua Maung.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, F Rozy mengatakan, Curug Pakuan sempat akan dibuka untuk wisata. Namun, dari hasil musyawarah, tidak diperbolehkan.

“Kese­paka­tannya tidak diperke­­­nankan ka­rena tidak mau dijadi­­kan tempat maksiat. Sehingga sam­­pai saat ini tetap seperti ini. Untuk wisatawan biasanya para pencinta alam saja yang datang ke sana. Juga orang-orang yang ingin bertapa di gua,” tukasnya.(all/c)

Baca Juga