Beranda Metropolis

Hari Pertama Sekolah Langsung Tawuran

BOGOR–RADAR BOGOR,Momen hari pertama masuk sekolah pascalibur panjang, dinodai oleh beberapa pelajar. Sekitar 30 orang terlibat tawuran sepulang dari sekolahnya sekitar pukul 15.00 di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), kemarin (16/7).

Perkelahian yang diwarnai dengan berbagai perlengkapan senjata tajam itu, berhasil dihentikan petugas kepolisian dan TNI. Kapolsek Tanahsareal, Kompol Suprayogi mengatakan, kejadian tersebut memang kerap dilakukan siswa sepulang masa orientasi siswa.

“Polisi berdasarkan pengalaman, setiap tahun pasti mereka merencanakan,” jelasnya.

Polisi dan TNI berhasil mengamankan delapan orang yang terlibat tawuran. Selain itu, ada alumni dan siswa DO yang juga terlibat dalam tawuran.

“Mereka menghasut pada adik kelasnya. Makanya, pas jam bubar sekolah, kami dari kepolisian dan TNI sudah antisipasi jangan sampai kejadian,” terangnya.

Keributan dua kelompok tersebut terjadi di depan Plaza Indah Bogor. Beberapa barang bukti yang disita pun cukup banyak, yaitu empat buah celurit dan satu bilah senjata tajam dengan bentuk memanjang.

Hasil pemeriksaan sementara, beberapa siswa yang tertangkap mengaku memiliki ilmu kebal. Yogi menduga, hal tersebut yang membuat para pelaku tawuran itu berani untuk bertarung.

“Kami tanyakan mereka masih menutup. Nampaknya begitu (ada indikasi ilmu kebal). Dari gaya, kemudian dari dia memandang orang, secara psikologis kelihatan,” kata Yogi.

Kejadian tawuran ini seperti mencoreng wajah para Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida). Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi langsung Kantor Polsek Tanahsareal untuk menemui para pelaku tawuran.

“Saya berkoordinasi bersama Kapolresta dan Pak Dandim memproses nanti untuk diinvestigasi. Kalau ada buktinya maka diproses hukum. Kita ingin ada tindakan tegas di sini,” kata Bima.

Ia berjanji, akan melakukan langkah konkret dalam menekan perilaku tawuran yang berkesan marak di Kota Bogor.

“Segera kita lakukan langkah yang lebih tegas. Harus ada tindakan yang berbeda kali ini. Karena sudah berkali-kali. Nanti kita lihat sanksinya seperti apa. Mungkin selama ini kurang keras,” bebernya.(fik/c)

Baca Juga