Beranda Metropolis

Perusahaan Mulai Ganti Pakan

FIKRI SETIAWAN/RADAR BOGOR
BEBENAH: Pegawai PT Sahabat Tani Farm komitmen mengganti pakan maggot dari pelet menjadi tepung kedelai, kemarin (15/7).

BOGOR–RADAR BOGOR,Banyak dikeluhkan warga, akhirnya pengelola budidaya maggot PT Sahabat Tani Farm mulai bebenah. Pemberian pakan hingga pemupukan yang diyakini sebagai aktivitas penyebab bau busuk, mulai dihentikan kemarin (15/7).

Leader Enginering PT Sahabat Tani Farm, Hendar Rivalni menjelaskan, pihaknya bukan hanya akan mengganti pakan yang terbuat dari pelet, melainkan juga segala sesuatu yang dianggap dapat menimbulkan bau.

“Ganti pakan pakai tepung kedelai. Pupuk yang bau ayam itu dibuang yang buat fermentasi,” jelasnya saat ditemui Radar Bogor.

Untuk menghentikan aktivitas yang selama ini menimbulkan bau tak sedap itu, kata dia, bukan hal mudah. Pasalnya, perusahaan yang beroperasi di area Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bubulak itu merugi ratusan juta untuk menyapu bersih sisa pakan dan menggantinya dengan jenis baru.

“Pokoknya, yang menimbulkan aroma bau dihapuskan saja. Meskipun ada kerugian di pihak perusahaan,” Hendar.

Menanggapi polemik itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara pihak RPH, PT Sahabat Tani, dan warga Kelurahan Semplak yang sempat protes dengan bau busuk.

“Warga sepakat memberikan waktu satu bulan sejak hari pertemuan kepada pihak pembudidaya maggot untuk melakukan upaya-upaya menghilangkan bau tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PT Sahabat Tani sudah melakukan upaya-upaya untuk menghilangkan bau tersebut. Salah satunya, mengganti pakan yang diduga menjadi sumber bau yang dikeluhkan warga RW 02 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat. “Limbah sudah dibersihkan namun masih tercium bau walaupun tidak menyengat seperti sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua RW 02 Kelurahan Semplak Kecamatan Bogor Barat, Omang Rahman mengaku, pascainspeksi mendadak (sidak) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor ke peternakan pada Kamis (12/7), aroma busuk masih merebak di areanya hingga Jumat (13/7) pagi.

Untuk itu, jika aroma tak sedap tersebut masih tercium beberapa hari ke depan, ia bersama warga lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa. “Kalau masih bau terus, rencananya warga bakalan demo. Ke camat sudah, ke DLH juga sudah kan,” keluhnya.(fik/c)

Baca Juga