Beranda Politik

Cak Imin-Mahfud MD tak Prioritas

BERBAGI
CHARLIE/INDOPOS
PROMOSI: Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih berusaha untuk menjadi cawapres bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Berbagai manuver mulai dilakukan seperti yang terlihat pada baliho Join (Jokowi-Cak Imin) yang terpajang di Jalan Raya Gatot Subroto Jakarta.

JAKARTA–RADAR BOGOR,Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, tidak menjadi prioritas menjadi calon wakil presiden yang akan disandingkan dengan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Saat ini sudah ada tiga sampai lima nama yang tengah dimatangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Finalisasinya tetap harus mendapat persetujuan dari partai politik (parpol) koalisi.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, partainya sedang mematangkan nama cawapres Jokowi. Nama-namanya, hanya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang tahu. Yang jelas, saat ini namanya sudah ada dalam daftar prioritas calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

“Sekarang sudah masuk daftar prioritas sebanyak tiga hingga lima orang. PDIP punya daftar panjang, pendek, dan daftar prioritas cawapres. Daftar panjang 15–20 nama, daftar pendek 5–10 nama, dan prioritas 3–5 orang,” ujarnya kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara Selasa (10/7).

Menurut Hendrawan, nama-nama kandidat yang masuk daftar pendek dan prioritas tidak semua pengurus PDIP tahu. Itu hanya ada di Megawati. Karena itu, Hendrawan mengaku tidak tahu siapa yang masuk dalam daftar pendek dan prioritas.

Namun, untuk daftar panjang di antaranya ada nama Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

“Muhaimin masuk dalam daftar panjang. Apakah masuk daftar pendek dan prioritas, hanya Ketua Umum PDIP dan Jokowi yang tahu,” tukasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI itu juga mengaku, tidak bisa memastikan apakah muncul­nya nama tokoh non-partai dalam daftar cawapres, merupakan pertanda ada kecenderungan tokoh di luar parpol yang dipilih.

Megawati, kata Hendrawan, memiliki kewenangan untuk memasukkan nama-nama kandidat dalam daftar cawapres yang akan mendampingi Jokowi. “Para ketua umum parpol saling mencalonkan diri satu sama lain. Maka memilih salah satu bisa menimbulkan iritasi kekacauan yang lain. Atas dasar logika seperti itu, ya kami pelajari,” imbuhnya.

Masih kata Hendrawan, partai politik koalisi pendukung Jokowi sudah diajak berkomunikasi untuk membahas cawapres, khususnya yang ada dalam daftar prioritas.
Dikonfirmasikan bila nama Cak Imin tak masuk daftar prioritas cawapres Jokowi, Wasekjen PKB, Daniel Johan menyatakan, tak gentar.

PKB akan terus menggencarkan posko JOIN (Jokowi-Cak Imin) di seluruh Indonesia.(aen)

Baca Juga