Beranda Politik

Incumbent Belum Tentu Menang!

ilustrasi pemilihan umum (Jawapos)

BOGOR-RADAR BOGOR,DPR RI dan pemerintah telah memutuskan untuk mengesahkan RUU UU Pemilu ke dalam undang-undang yang berlaku pada 21 Juli 2017.

Salah satu ketentuan yang terkandung dalam UU adalah penerapan metode Saint Lague sebagai metode untuk mengubah suara menjadi alokasi kursi parlemen. Penerapan Saint Lague ini berbeda dengan penerapan metode hare quota. Sebab prosesnya terlihat lebih berat.

Khususnya untuk partai-partai yang memiliki suara terkecil. Karena terancam tak mendapatkan jatah kursi.

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggaraini menjelaskan pada prinsipnya metode Saint Lague lebih menjamin proporsionalitas antara perolehan suara dengan perolehan kursi. Dalam artian metode tersebut lebih menjamin perolehan kursi yang menggambarkan juga besaran perolehan suara parpol.

“Sehingga tidak ada kesenjangan antara persentase perolehan suara dengan persentase perolehan kursi,” ujar Titi kepada Radar Bogor.

Dalam sistem proporsional, terang Titi, konversi suaranya juga mesti propoporsional. Sebagai contoh, jika partai mendapatkan suara satu persen maka sebisa mungkin perolehan kursinya juga satu persen. “Itulah yang disebut dengan proporsionalitas,” terangnya.

Lalu bagaimana nasib petahana di legislatif? Titi mengungkapkan, hal itu tentu bergantung pada perolehan suara partai politiknya. Jika parpolnya mendapatkan kursi maka kursi akan diberikan kepada calegnya yang memperoleh suara terbanyak. Sehingga yang harus dipastikan utamanya adalah parpol mendapatkan kursi lalu kursi itu diberikan kepada calon dari partai yang memperoleh suara terbanyak.

“Begitu formulanya. Soal petahana apakah ia akan dapat kursi atau tidak bergantung pada kemampuan dan kerja-kerja kemenangan dia sebagai caleg, di dalam menghantarkan partai politik nya untuk memperoleh kursi di parlemen serta memastikan pula bahwa dirinya memperoleh suara terbanyak,” paparnya. “Tentu semakin berat, dengan angka yang sama tetapi menggunakan metode yang berbeda perolehan kursi pada 2014 akan berubah di 2019,” terangnya.

Di Kabupaten Bogor, Partai Bulan Bintang merupakan salah satu partai yang tak memiliki kursi di parlemen. Ketua DPC PBB Solahuddin Dalimunthe menegaskan di Pileg tahun 2019 partai harus bekerja keras untuk mendapatkan suara terbanyak.

Bahkan ia menargetkan di masing-masing dapil PBB bisa menduduki urutan pertama suara terbanyak. Minimalnya di posisi kedua. “Tidak boleh lagi kita di posisi ketiga. Makanya sudah jauh hari kita persiapkan. Prinsipnya kita sedia payung sebelum hujan,” ucapnya.

Sedangkan untuk Bacaleg, kata Sola -sapaan akrabnya, memang menentukan nasib partai. Karenanya saat ini ia telah mengintruksikan seluruh bacalegnya untuk benar-benar melakukan sosialisasi ke lapangan agar masyarakat lebih mengenal PBB. Apalagi saat ini bacaleg PBB banyak yang berlatar belakang ulama. Dengan figur-figur yang ada dan kesolidan PBB dirinya optimis bisa meraih suara sebanyak-banyaknya di setiap dapil.

Sementara itu, Ketua DPC PBB Kota Bogor Subhan Mutardla mengaku tidak khawatir dengan metode yang baru. Justru hal itu semakin memacu kader-kader untuk bekerja lebih ekstra dengan memaksimalkan potensi, jaringan serta mengoptimalkan dapil masing-masing. “Target kita satu dapil satu orang untuk memenuhi satu fraksi, sedangkan untuk figur kita lebih mengambil potensi tokoh-tokoh lokal,” ucapnya.

Pada pileg 2014, kata Subhan, satu kursi yang di peroleh PBB Kota Bogor bukanlah kursi terakhir yang tersisa. Namun karena PBB memenuhi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Sehingga saat ini strategi yang dilakukan masing-masing caleg akan disebar dengan berbasiskan kelurahan. Sehingga tak ada lagi caleg yang menumpuk di satu kelurahan.

“Karena mau tidak mau metode Saint Lague menuntut kita untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Terpisah, Panitia Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Kota Bogor Malik mengungkapkan, akan lebih optimis di pileg 2019 bisa mendapatkan suara terbanyak. Sebab pada pileg 2014 terdapat kelemahan PKB, yakni kekurangan caleg di semua dapil. Namun saat ini kuota caleg di tiap-tiap dapil telah terisi penuh.

“Insyaallah kita siap menghadapi kontalasi kedepan, tinggal kita jalani saja dengan harapan enam kursi bisa kita peroleh,” pungkasnya. (gal)

Baca Juga