Beranda Metropolis

Kisruh Teranyar dari Para Penghuni dan Pengelola Apartemen Bogor Valley

BERBAGI
DIALOG: Petugas dari Disperumkin saat mencari kesepakatan antara penghuni dan pengelola yang berselisih. (P3SRS FOR RADAR BOGOR)

Konflik Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) dengan pengelola berimbas pada fasilitas Apartemen Bogor Valley (ABV). Yang terbaru, soal pengelolaan listrik yang diadukan para pemilik ini ke Pemkot Bogor.

Pengaduan untuk kesekian kali yang dilayangkan para pemilik unit apartemen ABV, yang diwakili Ketua P3SRS Ria Andriani bersama 27 penghuni lainnya, bukan hanya persoalan kepengurusan dan biaya IPL. Kali ini, mereka mengadukan persoalan listrik padam ke Pemkot Bogor.

Warga langsung diterima Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Sekdis Disperumkim Lorina pada Rabu (11/7). Pertemuan berlangsung tertutup. Namun, Ria mengatakan, dalam petemuan, warga menuntut pengelola manajemen ABV untuk memerintahkan team engineer agar membuka kunci-kunci panel listrik di setiap tower.

“Segera mengaktifkan kembali meteran listrik tersebut, agar aliran listrik ke masing-masing unit kembali normal karena sudah empat hari padam, dan memberikan kunci kepada kami,” ujarnya.

Lanjut Ria, kunci tersebut untuk mengatasi kendala pengisian daya listrik yang mengalir ke unit-unit. Jika pengelola tidak merespons, kata Ria, warga akan membuka paksa pintu panel dan memperbaiki meteran listrik.

Sementara itu, Sekdis Perumkim Lorina dalam pertemuan itu mengatakan, dinasnya akan segera merespons dan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak manajemen ABV. Dalam hal ini juga, Pemkot Bogor akan mengkaji teknis dan nonteknisnya.

“Seperti permasalahan panel listrik yang susah masuk ke meteran listrik, sehingga listrik sering tidak nyala,” katanya.

Usai pertemuan itu, sore hari sekitar pukul 16.00, Disperumkim menyambangi lokasi. Di lokasi, pihak pengelola manajemen menuduh warga penghuni yang menggembok. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu posisi kunci itu ada pada siapa.

Mereka pun berembuk dan membuat surat pernyataan sesuai kesepakatan untuk memenuhi keinginan warga dan aliran listrik dinyalakan kembali. Sebab, warga membutuhkan penerangan. Terlebih, banyak anak kecil yang merasa ketakutan.

Saat ini penghuni apartemen hanya mempergunakan lampu lilin setiap menjelang malam.
Benar saja, usai pertemuan malam harinya seorang bocah terpeleset di kamar mandi. Keningnya sobek dan dilarikan ke rumah sakit.

“Habis pertemuan, ada anak dua tahun yang celaka karena jatuh di kamar mandi yang gelap. Keningnya robek dan sudah ditangani tim medis rumah sakit,” ungkap Ria.

Sementara itu, Manager Pengembang ABV, Paula, mengatakan, matinya listrik lantaran pihak warga merebut paksa komputer sistem pengaliran listrik. Bahkan, kartu reset dirusak warga.

“Mereka tidak mengerti program listrik, akhirnya mereka tidak bisa isi token dan menuduh kami sabotase,” katanya kepada Radar Bogor.

Lanjut Paula, pihak pengembang melalui petugas keamanan sudah menahan agar tidak membuka KWH meter. Namun, warga tetap melakukannya.

“Bahkan polisi sudah sampaikan tidak merekomendasi untuk buka dan curi listrik,” katanya. Terkait listrik padam, pihaknya juga melayangkan surat ke pihak PLN untuk diperbaiki. “Besok PLN akan audit,” pungkasnya. (don/c)

Baca Juga