Beranda Olahraga

Gazprom Ubah Semuanya

BERBAGI
IKONIK: kreslovsky Saint Petersburg Stadium, terlihat begitu megah.

SAINT PETERSBURG–RADAR BOGOR, Se­­bagai kota terbesar kedua di Rusia, Saint Petersburg men­­­jalani peran yang sangat penting pada Piala Dunia 2018. Ada tujuh pertandingan yang mang­­gung di Krestoavsky Stadium, stadion terbesar di sana yang jadi kandang klub Zenit St Petersburg.

Itu terdiri atas empat pertan­dingan fase grup, satu game babak 16 besar, lalu satu semifinal, dan terakhir nanti perebutan peringkat ketiga.

Pada Piala Konfederasi 2017, Krestovsky Stadium menjadi tuan rumah partai final ketika Jerman mengalahkan Chile 1-0. Stadion yang bernama resmi Saint Petersburg Stadium dan juga mendapatkan julukan Zenit Stadium ini dianggap salah satu yang terbaik di Eropa.

UEFA memberikan bintang empat buat arena ini.

Tidak mudah mewujudkan Krestovsky Stadium. Pemba­ngunannya penuh drama dan skandal berliku. Rencana awal dibuka Desember 2008, namun penyelesaiannya terus mundur.

Jadwal opening disepakati lagi, akhir 2011. Namun, stadion ini tidak juga rampung. Setelah mengalami perubahan agenda berkali-kali, pada akhirnya Krestovsky Stadium bisa dipakai tahun lalu.

Karena prosesnya yang ribet, Krestovsky Stadium sampai mengalami pembengkakan anggaran menembus 548 persen. Pada akhirnya, stadion ini total memakan biaya menembus RUB 48 miliar atau sekitar Rp15,8 triliun. Menjadikannya sebagai arena sepak bola termahal di dunia. Selain itu, stadion ini mendapatkan predikat lain yang tak kalah ”uniknya’’. Yakni stadion dengan delay terlama di dunia.

Perancang Krestovsky Stadium adalah arsitek legendaris asal Jepang Kisho Kurokawa. Namun, Kurokawa meninggal pada 12 Oktober 2007 dan tidak sampai menikmati stadion elegan yang berada di Pulau Krestovsky, tepat menghadap ke Laut Baltik tersebut.

Ambisi pembangunan Kres­­tovsky Stadium sejatinya bermula pada akhir 2005. Itu terjadi sesaat setelah perusa­haan gas Rusia Gazprom meng­ambil alih Zenit St Petersburg. Stadion itu diproyeksikan untuk menggatikan stadion lama Zenit, Petrovsky Stadium.

Pemilihan pulau Krestovsky tersebut juga tanpa alasan. Sebelumnya, di sana berdiri Kirov Stadium, kandang Zenit sampai 1989.

Berbeda dari beberapa tuan rumah lain di Piala Dunia 2018, pembangunan Krestovsky dilakukan jauh sebelum Rusia terpilih sebagai host. Pada 22 April 2017, Zenit akhirnya bermain di kandang baru melawan FC Ural pada ajang Russian Premier League. Mantan pemain Chelsea Branislav Ivanovic adalah pemain pertama yang mencetak gol pada stadion baru tersebut.

Richard Pike, jurnalis asal Inggris yang sangat menggemari sepak bola Rusia mengatakan, dengan masuknya Gazprom, Zenit menjadi salah satu kekuatan penting. Tidak hanya di Rusia tetapi di Eropa. Menurut Pike, stadion ini menjadi penanda Saint Petersburg sebagai kota sepak bola yang sangat penting di Rusia.(na/jpg)

Baca Juga