Beranda Metropolis

DLH Hentikan Sumber Bau Busuk

BERBAGI
SIDAK: Tim dari DLH saat melihat surat dan kelengkapan izin dari pengelola budidaya maggot di RPH Bubulak, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR,Setelah dikeluhkan warga RW 02 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor langsung inspeksi mendadak (sidak) ke tempat budidaya maggot (belatung untuk pakan) di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bubulak, kemarin (12/7).

Kegiatan pemberian pakan yang diyakini menimbulkan bau busuk itu, terpaksa dihentikan sementara.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari kegiatan pemberian pakan hingga pembuangan limbah budidaya maggot, yang dilakukan PT Sahabat Tani Farm. Kabid Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada DLH Kota Bogor, Daden Hidayat mengatakan bahwa dirinya memeriksa secara teknis dan administrasi.

“Saya ditugaskan kadis untuk sidak RPH, terkait dengan keluhan warga. Karena kemarin ada warga ke kantor kita, bawa dokumen,” jelasnya kepada Radar Bogor usai sidak di lokasi.

Untuk itu, secara teknis pihaknya menghentikan kegiatan pemberian pakan dalam budidaya maggot, yang diyakini sebagai muara bau busuk. “Mengenai keluhan warga mengenai bau itu maka kegiatannya dikurangi, bahkan dihentikan,” terangnya.

Secara administrasi, rupanya perusahaan tersebut juga belum mengantongi izin. Daden memberikan waktu selama tujuh hari agar perusahaan yang sudah berdiri selama empat bulan itu melengkapi perizinan.

“Secara administrasi memang semuanya belum lengkap, tapi sudah ada kesanggupan. Kami sudah bikin berita acara, dan dalam waktu tujuh hari mereka akan membuat dokumen sesuai aturan yang ada. Baik UKL, UPL, atau SPPL dari perusahaan akan menunjuk konsultan,” kata Daden.

Di tempat yang sama, Direktur PT Sahabat Tani Farm, Wahyu Samodra mengira bahwa izinnya sudah ada lantaran pihaknya menginduk di area RPH Bubulak. Meski begitu, ia segera mengurus perizinan yang dianggap belum lengkap.

“Izinnya, kita datang langsung ke RPH. Oleh RPH juga silakan. Jadi, saya pikir izin lingkungannya sama dengan RPH,” sebutnya.

Menganai bau busuk, setelah dievaluasi, kemungkinan besar aromanya bermuara dari pakan maggot yang berupa pelet. Maka, selanjutnya pakan berupa pelet itu akan diganti dengan jenis lain.

“Kami analisa sendiri, mungkin bau itu dari pelet yang mengandung tepung ikan, kami langsung ganti besok pagi. Jadi hanya diganti pakannya. Karena fermentasi, sisa, tidak dimakan, jadi bau,” bebernya.

Selanjutnya, pihaknya akan memberikan pakan ternak berupa tepung kedelai yang justru aromanya terbilang manis. Tak hanya itu, formula yang baru ditemukan itu justru relatif lebih murah harganya.

“Dengan keterpaksaan ini, perusahaan mencari-cari cara, ketemu yang lebih murah. Saya berpikir terbuka daripada menuduh. Dari pihak kami memperbaiki diri dulu,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga RW 02 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, merasa menderita atas bau busuk yang tercium dari RPH Bubulak.

Ketua RW 02 Kelurahan Semplak, Omang Rahmat membenarkan atas nestapa yang dialami sekitar dua ribu warganya. Wilayah yang terbagi menjadi lima RT itu, setiap hari menjadi dampak pencemaran udara dari RPH yang lokasinya dibatasi oleh Sungai Cisadane itu.

“Jadi, bukan cuma pencemaran udara, tapi juga pencemaran air. Karena limbahnya langsung dibuang ke sungai,” ujarnya.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga