Beranda Berita Utama

Bandara Kertajati Batal Jadi Embarkasi Utama

BERBAGI
TELITI: Petugas memeriksa kondisi kursi pesawat jelang keberangkatan musim haji di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin

JAKARTA -RADAR BOGOR, Ibadah haji tahun 2018 kurang 5 hari lagi. Semua pihak bersiap-siap. Maskapai Garuda Indonesia sudah menyiapkan 14 pesawat dan puluhan mekanik untuk memastikan penerbangan haji berjalan lancar.

Dirut PT. Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan armada untuk haji sudah siap sedia. Terdiri dari 10 pesawat berbadan lebar (wide body) milik Garuda sendiri. 4 lainnya menyewa.

10 pesawat milik Garuda adalah jenis Boeing 777 300 ER sebanyak 5 unit, serta 5 unit Airbus A330. Sisanya adalah 3 pesawat Boeing 747 400 dan satu Airbus A330 yang disewa dari masakapai Wamos dan Flynas

Penerbangan pertama rencananya akan dilakukan pada Selasa, 17 Juli 2018. 107 ribu jemaah akan diterbangkan secara bertahap melalui 278 kelompok terbang (kloter).

“Kurang lebih akan ada 227 penerbangan yang akan kita lakukan selama musim haji,” Jelas Pahala selepas kick off pelayanan penerbangan haji di Bandara Soekarno Hatta kemarin (12/7).

Untuk mendukung operasional tersebut, Pahala mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 89 mekanik yang disebar di 13 embarkasi seluruh indonesia. Serta dukungan 540 awak kabin.

“Mereka akan bekerja 24 jam sehari untuk menjamin kenyamanan dan kelancara operasi penerbangan,” katanya.

Layanan dari Garuda kata Pahala meliputi transportasi bis, pelayanan kabin, dan komponen pesawat. Pahala menargetkan, selain on time performance yang terjaga, juga zero accident

Sayangnya, Bandara terbaru Kertajati belum bisa digunakan untuk embarkasi utama haji. Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Kemenag Ahda Barori mengatakan bahwa ada beberapa prasyarat yang belum dipenuhi kertajati.

Diantaranya adalah di dekat Kertajati belum ada Asrama Haji untuk menampung jamaah. “Selain itu, landasan pacunya masih 2.500 meter,” katanya.

Tapi, Pahala menimpali, bukan berarti bandara Kertajati tidak dipakai samasekali. Ia akan tetap difungsikan. Tapi cuma sebagai Embarkasi antara. Calon Jamaah
Haji (CJH) dari Jawa Barat dan sekitarnya akan diangkut ke bandara Soekarno Hatta di Tangerang untuk kemudian dioper ke pesawat yang akan terbang ke mekah,

Memang untuk operasional pesawata berbadan lebar, pemerintah menetapkan minimum 3000 meter panjang landasan. Sekretaris Ditjen Pehubungan Udara Kemenhub Praminto Hadi Sukarno mengatakan bahwa bandara Kertajati akan ditambah “Sekarang kan baru 2.500, nanti ditambah jadi 3.000,” katanya.

Bandara baru lain adalah Notohadinegoro Jember. Tapi problemnya sama, landasan kurang panjang. Sehingga, fungsinya tetap embarkasi antara. “Nanti akan diperpanjang sampai 2.400 meter,” kata Praminto.

Sementara Halim Perdanakusuma, dipastikan dicoret dari daftar embarkasi haji pasca aspal landasannya yang mengelupas saat pesawat haji pertama take off.

Kementerian Agama (Kemenag) mulai tahun ini membuka kesempatan pelimpahan bagi calon jamaah haji (CJH) yang meninggal dunia. Jika ada CJH nomor porsi berangkat tahun ini, kemudian meninggal, maka bisa dialihkan ke ahli warisnya.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan, data sampai 11 Juli menyebutkan ada 252 pengajuan pelimpahan kursi CJH.

Dari jumlah tersebut sebanyak 124 orang CJH yang meninggal sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kemudian sisanya sebanyak 128 orang CJH
meninggal tapi belum melunasi BPIH.

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu menjelaskan seluruh usulan pelimpahan akibat CJH meninggal, belum semua selesai prosesnya. ’’Yang sudah melakukan proses pelimpahan atau penggantian nomor porsi sebanyak 170 orang,’’ katanya di Jakarta kemarin (12/7).

Nafit mengatakan bagi CJH yang mendapatkan limpahan atau pengganti dan sudah melunasi BPIH, dapat diberangkatkan tahun ini. Dengan catatan sudah melunasan BPIH dan proses pengurusan paspor serta visa sudah selesai. Sementara bagi CJH pengganti yang belum melunasi BPIH, akan diberangkatkan musim haji tahun depan. (tau/wan)

Baca Juga