Beranda Ekonomi

Sukses Bisa Menjegal Pengembangan Usaha Anda

BERBAGI

 

ilustrasi

RADAR BOGOR-Konsultan kelas dunia Deloitte dalam 2018 Global Human Capital Trends, sesuai hasil surveinya terhadap 11.070 responden (eksekutif), mendapati kenyataan bahwa para eksekutif yang sungguh-sungguh ingin sukses mesti mampu berkolaborasi secara efektif dengan semua pihak. Kuncinya, antara lain, adalah kemampuan dalam sharing leadership (berbagi kepemimpinan).

Ini menjadi urusan yang sangat serius, utamanya bagi perusa­haan-perusahaan yang pola kepemimpinannya sangat hirarkis dan mengandalkan “kehebatan” pemimpin puncaknya dalam suatu bidang usaha.

Orang yang sudah sukses dalam suatu bidang usaha, misalnya properti, apalagi kalau sering pula tampil di koran, cenderung merasa tidak memerlukan pihak lain. Padahal bisnisnya sedang merosot, cash flow terengah-engah memenuhi kewajiban. Karyawan sebagian dirumahkan alias terkena PHK.

Kasus yang mirip contoh di atas belakangan makin banyak. Kepemimpinan berpola ego-nomic, kegiatan ekonomi lebih banyak dikendalikan ego bos, belakangan tidak fit lagi menghadapi tantangan pasar.

Untuk lebih sukses di abad 21 ini, sejumlah perusa­haan, dimulai oleh organisasi-organisasi multinasional, memilih kolaborasi, bekerja sama membangun sinergi baru, bahkan dengan pihak yang selama ini dianggap sebagai kompetitor. Semangatnya adalah co-opetition demi meraih peluang dan mengembangkan pasar baru.

Survei Deloitte di atas membuktikan kenyataan tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam tulisan sebel­um ini, Accenture Institute for Strategic Change, lembaga konsultan kelas dunia lainnya, juga sudah melakukan survei terhadap 200 organisasi di enam benua.

Para pemimpin usaha zaman sekarang mesti memiliki grow­th mindset, pola pikir ter­buka menghadapi segala kemungkinan demi mem­bangun kehidupan bersama lebih baik.

Mereka perlu menyadari, sukses bukan suatu teritori keramat hasil perjuangan, bukan pula akhir tujuan, tapi hanya stasiun singgah. Jadi tidak perlu dipertahankan dengan fixed mindset, yang menganggap kolaborasi dapat mengancam reputasinya. Pola pikir semacam ini terbukti keliru. Banyak kasus bisnis sukses akhirnya melempem, bahkan bangkrut karena ego pemilik/pemimpinnya.

Maka, bagi Anda yang te­ngah membangun usaha, wajib selalu ingat, satu ta­ha­pan sukses adalah bagian dari proses untuk tahap keberhasilan berikutnya.

Komentar Anda

Baca Juga