Beranda Berita Utama

Tak Sepenuhnya Berkuasa

BOGOR-RADAR BOGOR,Pasangan BimaArya-Dedie A Rachim dan Ade Yasin-Iwan Setiawan tak boleh berpuas diri. Keunggulan mereka di pilkada masih menyisakan celah yang bakal membuat program kerja keduanya terhambat. Waspadai dominasi suara oposisi.

Dari hitung-hitungan redaksi, pasangan Bima-Dedie terpilih menjadi wali kota/wakil wali kota Bogor 2019-2024, setelah meraih 215.708 suara atau 43,64 persen.

Jika dibedah lebih dalam, pasangan Bima-Dedie memang unggul di empat daerah pemilihan (dapil). Tapi perolehan suara Bima tidak merata. Dia lebih mendominasi di perkotaan tetapi melempem di perkampungan atau pinggiran.

Misalnya di dapil Bogor Selatan. Bima-Dedie hanya mampu mendapatkan 39.602 suara, atau selisih 3.326 suara dengan perolehan suaranya di dapil Bogor Timur-Tengah (42.928 suara) yang notabene merupakan daerah pusat kota.

Begitu juga dengan wilayah Tanahsareal yang merupakan daerah ekonomi baru. Bima-Dedie memperoleh 43.614 suara. Walaupun, raihan suaranya di Bogor Barat cukup tinggi di angka 49.221 suara dan Bogor Utara 40.343 suara.

Tak hanya itu, data rekapitulasi KPU juga menguak fakta menarik. Dari 521.765 warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) 27 Juni lalu, sebanyak 56,36 persen atau 306.057 warga Kota Hujan tidak memilih Bima-Dedie. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini (gal/ran/cr3/d)

Baca Juga