Beranda Berita Utama

Sebelum Tewas, Curhat Ingin Bunuh Diri

BERBAGI
ilustrasi tewas

BOGOR–RADAR BOGOR,Meninggalnya F (16) siswi SMK di Gunungputri, Kabu­paten Bogor masih menyi­sakan tanya. Kepergiannya yang mendadak membuat keluarga dan sahabatnya seolah masih tak percaya.

SA (16) salah satunya. Dia mengaku tak menyangka sahabatnya telah tiada. Sembari memegangi papan nisan, dia hanya bisa merajuk. Air matanya masih belum henti menetes. Menambah basah pusaran F yang belum kering.

“Kamu yang tenang ya di sana,” kata SA di depan pusara F, kemarin (10/7).

Masih jelas dalam ingatannya. Terakhir SA bertemu dengan F sehari selepas peristiwa kelam itu. SA khawatir saat F tak masuk sekolah. “Sempat telpon. Dia ingin curhat. Langsung saya ke rumahnya. Itu sehari setelah kejadian,” kisahnya.

Betapa kaget, saat SA mendengar curhatan F. Dalam kamar F berukuran 3 x 4 meter SA hanya bisa menangis. Mendengar kisah nestapa F.

”Saat dia bercerita. Saya kaget. Saya nangis bareng dia. Apalagi sampai dia berniat ingin bunuh diri. Namun, saya coba kuatkan dia,” cerita SA sembari terisak isak saat bercerita.

Usai curhat di hari itu, SA belum lagi jumpa dengan F. Karena setelah itu, F memilih mengurung diri. Hingga kabar duka itu tiba. Sahabat karibnya sekarat dan meninggal.

“Saya langsung ke rumah F dan menceritakan curhatan F pada orang tuanya,” tutur SA.

SA terpaksa baru bisa men­­ceritakan selepas kepergian F. Karena F meminta agar SA tidak menceritakan kisah pilu itu kepada siapa pun. Sekalipun kepada orang tua F.

“Ini rahasia. Dia minta saya tidak menceritakan pada siapa pun. Namun, saya tidak tahan. Saya ceritakan kepada orang tua F agar pelaku semua diadili,” tuturnya.

Selepas itu, keluarga F melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gunungputri. Tempat tinggal dan disemayamkannya F. Namun, Polsek Gunungputri menyarankan untuk dilaporkan ke Mapolsek Citeureup.

Polisi kemudian menangkap enam remaja asal Desa Gunung­­sari, Kecamatan Citeureup. IB (16), AL (14) PU (20), NU (21), RD (21) dan MR (18). Mereka diduga menjadi pelaku perkosaan terhadap F.

Kapolsek Citeureup Kompol Darwan Hasan menuturkan kasus tersebut sudah dilim­pahkan ke unit PPA Polres Bogor.

Diberitakan sebelumnya, F siswi salah satu SMK kelas satu diduga sempat diperkosa oleh pacar dan teman-temannya. Setelah kejadian itu, F sakit. Ia bahkan depresi atas peristiwa yang dialaminya hingga meninggal dunia.

Ayah korban, EC (40) men­desak polisi segera menangkap pelaku dan menjatuhkan hukuman berat.

”Saya meminta agar pelaku dihukum mati,” ujarnya kepada Radar Bogor.(all/c)

Baca Juga