Beranda Metropolis

Mulai Berburu Kelengkapan Sekolah

BERBAGI

BOGOR–RADAR BOGOR,Proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah negeri telah berakhir. Mulai jenjang SD hingga jenjang SMA. Kini para orang tua mulai fokus mencari kebutuhan sekolah anaknya.

Aktivitas tersebut jelas terlihat di beberapa pasar tradisional dan toko perlengkapan sekolah Kota Bogor, kemarin (10/7).

Di toko seragam Legend M26 di Jalan Pengadilan, misalnya. Sejak pagi mulai ramai didatangi pengunjung. Berbagai aktivitas pun terlihat jelas.

Ada yang melakukan penawaran, ada pula yang mencoba baju yang akan dibeli. Salah satu pengunjung, Rika (42) mengaku datang untuk untuk membeli perlengkapan kedua anaknya yang masuk SMP tahun ini.

“Beli seragam anak, baju putih biru, batik dan pramuka,” ujarnya pada Radar Bogor.

Ia mengaku, tidak setiap tahun membelikan pakaian untuk kedua anak kembarnya itu. Namun karena tahun ini kedua anaknya pertama kali masuk SMP, jadi, semua seragamnya dibelikan yang baru.

“Sebenarnya tidak tiap tahun juga. Tapi karena baru masuk, supaya sama dengan teman-temannya, jadi mesti beli baru semua,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik Toko Legend M26, Titin mengatakan, tokonya ramai dikunjungi pengunjung usai Lebaran. Hari ke hari, sejak pagi puluhan ibu memadati tokonya, baik yang di ruko pertama maupun cabangnya tidak jauh dari ruko pertama. Kebanyakan yang datang untuk membeli pakaian seragam SD hingga SMA.

“Banyak yang beli seperangkat perlengkapan sekolah, sampai ke sabuk, topi, dasi dan lain-lain. Tapi ada juga yang beli seragam putihnya saja, atau perlengkapan yang lain yang mungkin hilang saat liburan,” bebernya.

Rata-rata, pembeli yang datang ke tokonya mencapai 500 orang per hari. “Kami tutup bahkan sampai jam 6 sore, yang biasanya setengah 5 sudah tutup. Karena yang beli masih banyak,” tutup Titin.

Senada, Sutopo, salah satu pedagang yang juga membuka toko seragam Taman Siswa di Gunung Batu, reseller-nya M26, mengungkapkan bahwa menjelang tahun ajaran baru, pembelinya bisa mencapai 200 orang per hari.

“Di hari normal biasanya hanya 50 pembeli. Tapi kalau jelang tahun ajaran bisa hingga 200 orang tiap hari,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ibu-ibu yang memiliki satu anak sekolah minimal membelanjakan sekitar Rp600 ribu untuk paket seragam serta perlengkapan lainnya. “Tapi ada juga yang kurang dari segitu, tergantung bujet masing-masing,” tandas Sutopo. (ran/c)

Baca Juga