Beranda Politik

Lebih Dekat dengan Komisioner Panwaslu Kabupaten Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah

KOMPAK: (Kiri ke kanan) Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah bersama Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin dan Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor Burhanudin.

BOGOR-RADAR BOGOR,Setiap pekerjaan pasti memiliki risiko tersendiri. Apalagi menjadi seorang pela­yan publik yang memang bukan pekerjaan mudah.

Jadwal yang padat, tenaga yang terkuras, pikiran yang terperas, waktu bersama keluar­ga yang sempit, hingga tidur yang tak menentu. Na­mun, hal itu seakan menjadi ‘kawan’ yang setia menemani bagi seorang Irvan Firmansyah.

Berkiprah menjadi penye­leng­gara pemilu, telah menjadi pilihannya sejak 2004. Saat itu, lelaki kelahiran 19 April 1982 ini sempat menjadi asisten Panwaslu Kecamatan Pamijahan atau kini yang dikenal Panitia Pengawas Lapangan (PPL).

Hal itu dilatarbelakangi ketidak­sukaannya terlibat pada politik praktis. Sehingga lebih memilih posisi tengah. Yakni, mengawal proses pemilihan secara langsung di dalam lembaga penyelenggara.

“Karena ada kesempatan seleksi anggota Panwaslu Kabupaten Bogor, saya coba daftar dan alhamdulilah bisa masuk,” ujarnya.

Meski bukan pekerjaan yang mudah dan menguras tenaga, pikiran serta waktu, koordi­nator divisi hukum dan penindakan pelanggaran ini tak kapok.

Sebab menurutnya, setiap pekerjaan pasti mengan­dung risiko. Bahkan, saat ini Irvan sudah mendaftarkan diri kembali untuk menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor untuk jabatan lima tahun mendatang. Namun dirinya bersyukur, dalam mengemban tugas negara itu keluarga mendukung penuh pengabdiannya.

“Untungnya keluarga sudah terbiasa ditinggal sibuk dari sebelum saya menjadi Panwas juga,” katanya.

Pengalaman baru pastinya hadir dalam kehidupan mantan guru SMP Muhammadiyah Pamijahan ini. Salah satunya saat dilakukannya aksi unjuk rasa oleh masyarakat Kabupaten Bogor di kantor Panwaslu be­be­rapa waktu lalu.

Musababnya, baru kali pertama lelaki 36 tahun ini merasakan didemo. “Rasanya penasaran ingin berdiskusi dengan yang aksi untuk menjawab pertanyaan mereka,” imbuhnya.

Meski pilkada serentak telah berlalu, Irvan berharap masyarakat Kabupaten Bogor tetap ikut mengawasi. Sebab agenda selanjutnya, pileg dan pilpres, juga membutuhkan pengawasan serta dukungan seluruh elemen masyarakat. Khususnya jika menemukan pelanggaran untuk segera dilaporkan.

“Masyarakat harus lebih mendukung untuk bisa mengawal proses pemilu dengan profesional dan berintegritas, sehingga bisa melahirkan pemimpin yang lebih baik dan sesuai harapan masyarakat juga,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga