Beranda Berita Utama

Perang yang Bikin Senang

JAKARTA-RADAR BOGOR,Mata pemerintah dan pelaku usaha kini tertuju pada sengitnya perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Apalagi, keduanya merupakan mitra dagang utama Indonesia.

Risiko ancaman maupun peluang pun terus dimitigasi. Namun, bagi Indonesia ini bisa jadi perang yang bikin senang.

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, tak melulu mendatangkan kerugian. Pelaku usaha menganggap Indonesia justru bisa mengambil posisi yang diuntungkan jika bisa memaksimalkan peluang.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, semakin ketat masuknya barang AS ke Tiongkok, Indonesia bisa mempelajari produksi komoditas-komoditas tersebut untuk kemudian mencari celah masuk ke pasar Tiongkok. Demikian pula dengan komoditas Tiongkok yang semakin sulit menembus pasar AS.

”Toh tarif yang dikenakan pada kita lebih rendah. Dan ini kesempatan kita juga untuk memberi insentif pengusaha AS maupun Tiongkok yang ada di sini, supaya mereka tetap mau investasi di Indonesia,” ujar Ade, kemarin (8/7).

Ade menyebutkan bahwa anggapan AS sedang memberi ancaman dagang kepada Indonesia kurang tepat. Menurut Ade, dua negara yang bersitegang tersebut secara perdagangan dibandingkan negara berkembang seperti Indonesia, bukan lawan yang seimbang.

Apa yang tengah dilakukan AS saat ini adalah me-review produk-produk Indonesia yang masuk ke dalam GSP (generalized system of preferences).

Baca Juga