Beranda Metropolis

Terminal Batas Kota Tunggu Bupati Terpilih

Terminal Laladon (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,Transportasi menjadi PR besar bagi Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya. Pasalnya, program Bima yang belum tuntas memecah kemacetan di Kota Hujan adalah pemberlakuan terminal batas kota. Kini, program tersebut tak lantas bisa dilaksanakan.

Bima mengaku akan terlebih dahulu menunggu bupati Bogor terpilih untuk pemberlakuan terminal batas kota.

Menurutnya, di penghujung masa jabatan Bupati Bogor Nurhayanti, program itu dirasa tanggung jika hanya berjalan setengah-setengah. Artinya, sejauh ini, koordinasi mengenai konsep terminal batas kota belum mendetail hingga teknis.

“Jadi, belum diturunkan ke hal yang sangat teknis, selalu normatif. Kendalanya karena Bu Nurhayanti sudah di ujung-ujung, jadi gak konsen,” jelas Bima saat ditemui Radar Bogor akhir pekan lalu.

Maka, ketika Kabupaten Bogor resmi memiliki bupati baru, ia akan langsung mendatanginya. Pasalnya, permasalahan transportasi di Kota Bogor erat kaitannya dengan penataan angkot Kabupaten Bogor, yang wilayah operasinya masih masuk dalam wilayah Kota Bogor.

“Jadi, siapa pun yang terpilih di kabupaten, saya langsung ke sana, sowan, bicara terminal batas kota ini. Karena kalau ini tidak diurus, percuma. Kita sudah kurangi masih masuk yang biru-biru ke dalam,” terangnya.

Bisa dibilang, program pemberlakuan terminal batas kota ini akan benar-bener bertumpu pada Pemerintah Kabupaten Bogor. Selain jumlah lahan yang terbatas, keterbatasan APBD juga menjadi alasan Bima untuk mengandalkan komunikasinya dengan Pemkab Bogor.

“Percuma kita kurangi angkot di tengah, kabupaten tetap masuk. Kita berharap sebetulnya, di kabupaten yang paling banyak lahannya. Lebih banyak juga APBD-nya, jadi silakan bangun di pinggir-pinggir itu,” kata Bima.(fik/c)

Baca Juga