Beranda Berita Utama

Pleno ’Sahkan’ Bima Jadi Wali Kota

BERBAGI
TELITI: Tim Polresta Bogor Kota memetakan titik pengamanan saat rapat pleno KPU, kemarin. (Nelvi/ Radar Bogor) 

BOGOR–RADAR BOGOR,Kepastian siapa terpilih menjadi wali kota Bogor akan terjawab hari ini (5/7). Sama seperti di kota/kabupaten lainnya, KPU Kota Bogor mengagendakan pleno rekapitulasi suara Pilgub Jawa Barat dan Pilwalkot Bogor, hari ini.

Seperti diketahui, sejumlah hasil real count maupun quick count menetapkan suara Bima Arya-Dedie A Rachim unggul dari paslon lainnya. Berdasarkan real count versi Radar Bogor Bima-Dedie meraih 190.001 suara atau 43,25 persen diikuti Achmad Ru’yat–Zaenul Mutaqin 136.179 suara atau 31 persen. Kemudian Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso 58.454 suara atau 13,30 persen dan terakhir Edgar Suratman- Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat 54.711 suara atau 12,45 persen.

Quick count versi Charta Politika pun menempatkan Bima-Dedie di urutan pertama dengan perolehan suara 44,02 persen. Disusul Ru’yat-Zaenul 30,67 persen. Lalu Edgar-Sefwelly 12,69 persen serta Dadang-Sugeng 12,62 persen. Dengan hasil tersebut, Bima-Dedie dipastikan memimpin Kota Bogor lima tahun ke depan. Hanya saja tinggal menunggu hasil resmi KPU.

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna mengatakan, setelah rekapitulasi selesai, KPU memberikan waktu 3 x 24 jam bagi pasangan calon (paslon) jika ingin mengajukan gugatan sebelum melakukan penetapan calon.

“Untuk penetapan wali kota, kami menunggu sampai tiga hari kerja, apakah ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak,” ujarnya.

Jika tidak ada gugatan, KPU Kota Bogor melalui KPU pusat akan meminta keterangan dari MK yang menyebutkan tidak ada permohonan perselisihan dalam pemilihan. Keterangan itu dijadikan dasar bagi KPU menggelar pleno penetapan pasangan calon wali kota terpilih.

“Jika sudah demikian, penetapan wali kota dan wakil wali kota Bogor terpilih akan dilakukan sekitar tanggal 10 Juli dan 11 Juli,” bebernya.

Untuk proses pelantikan, menurut Undang sudah di luar wewenang KPU. Pelantikan akan diserahkan kepada pemerintah kota karena akan dilantik secara bersamaan di tingkat provinsi Jawa Barat.

“Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri apakah akan melantik September atau tahun depan, kita tidak tahu,” tukasnya.

Adapun dalam rapat pleno di tingkat kota ini, sambung Undang, akan dihadiri empat paslon wali kota dan wakil wali kota, panitia pemilihan kecamatan (PPK),
panitia pengawas pemilu (Panwaslu), serta KPU Kota Bogor.

“Karena ini rapat pleno terbuka, kita juga undang pasangan calon sebagai undangan. Kemudian juga unsur muspida dan tamu undangan lainnya,” terangnya.

Undang berharap tidak ada gesekan saat rapat pleno tingkat kota. Segala upaya telah dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami komunikasikan agar tidak ada gesekan. Karena prosesnya sudah berjalan sedemikian rupa. Memang semua juga kan pilihan rakyat. Sehingga, yang suaranya tidak lebih banyak bisa menerima,” ucapnya.

Selain itu, dari segi keamanan, KPU Kota Bogor sudah menyerahkan pada Polresta Bogor Kota agar pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Hujan ini berjalan kondusif hingga akhir.

“Polisi yang tahu bagaimana pengamanannya. Mekanismenya dan SOP-nya itu (kewenangan) polisi. Kami sudah koordinasikan bahwa akan ada rapat pleno. Kita berharap sebelum zuhur sudah selesai,” paparnya.

Terpisah, salah satu calon wali kota Bogor, Bima Arya mengaku akan datang bersama pasangannya, Dedie A Rachim ke rekapitulasi hasil penghitungan suara di Hotel Padjadjaran Suites. “Insyaallah saya hadir bersama kang Dedie,” ujarnya.

Selain memenuhi undangan KPU, kedatangannya juga untuk bersilaturahmi dengan seluruh jajaran yang sudah terlibat dalam pelaksanaan Pilwalkot Bogor.

“Saya ingin bersilaturahmi dengan penyelenggara pilkada, jajaran TNI Polri, yang telah bertugas dengan sangat profesional. Saya juga ingin silaturahmi dengan paslon lain,” ucapnya.

Jika Bima memastikan hadir, tidak dengan calon wali kota nomor urut 1 Achmad Ru’yat. Pasangan Zaenul Mutaqin yang juga merupakan pesaing berat Bima-Dedie itu, mengaku tidak bisa hadir. Hal itu disebabkan keperluannya yang mendesak harus menghadiri kegiatan lain di Jakarta. “Besok saya ada acara di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jakarta,” tukasnya.

Sementara itu, demi menjamin proses pleno Pilwalkot Bogor berlangsung kondusif, Polresta Bogor Kota memperketat pengamanan hingga menyiapkan 400 personel. Tak hanya itu, pengamanan juga akan diperkuat oleh TNI dan Satpol PP Kota Bogor.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro menjelaskan, pengamanan dilakukan mulai dari proses distribusi 1.785 kotak suara dari kantor KPU hingga lokasi pleno di Hotel Padjadjaran Suites. “Pengamanan mulai dari jalur kedatangan sampai dengan lokasi pelaksanaan kegiatan pleno rekapitulasi KPU,” jelasnya.

Pengawalan terhadap kotak suara itu tak hanya dilakukan saat distribusi dari KPU ke lokasi Padjadjaran Suites, tapi juga saat pendistribusian dari TPS ke kecamatan, serta dari kecamatan ke kantor KPU di Jalan Loader Kecamatan Bogor Timur. Tak sampai di situ, 400 personel yang dilibatkan juga akan berjaga dari mulainya acara sejak pagi hingga sore hari.

“Total perkuatan dari polresta sendiri 400 personel. Nanti di-backup sama jajaran Satpol PP dengan TNI,” kata Fajar.(fik/d)

Baca Juga