Beranda Berita Utama

Makin Meresahkan, Jambret dan Begal Siap-siap Didor Polisi. Begini Instruksi Kapolda!

Anggota kepolisian dengan senjata lengkap.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan agar anak buahnya tak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur pada pelaku jambret dan begal. Pasalnya pelaku kejahatan jalanan itu semakin meresahkan dan membahayakan masyarakat.

“Saya juga sudah perintahkan kepada seluruh tim tidak usah ragu-ragu melakukan tindakan tegas apabila para pelaku membahayakan masyarakat dan membahayakan, mengancam jiwa petugas,” kata Idham di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (4/7).

Menyikapi permasalahan kejahatan jalanan seperti jambret yang marak beberapa waktu belakangan di Ibu Kota, Idham pun memerintahkan jajarannya melakukan operasi selama sebulan penuh di bulan Juli ini. Operasi dilakukan oleh semua unsur mulai dari Polda hingga tingkat Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh kasat serse untuk melakukan razia premanisme ini, baik masalah jambret, begal, kemudian curas, di terminal, di stasiun, diprempatan-perempatan, pusat-pusat perbelanjaan, untuk menjaga situasi agar Jakarta selalu dalam keadaan aman dan terkendali,” ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tak ragu untuk menembak mati pelaku penjambretan yang melawan saat ditangkap. Apalagi beberapa waktu belakangan banyak pelaku penjambretan di Ibu Kota yang sampai membuat korbannya meninggal dunia.

“Seandainya ada perlawanan, perintah Bapak Kapolda lakukan tindakan tegas dan terukur, ini enggak bisa ditawar-tawar, kalau melakukan perlawanan keada petugas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Per malam ini hingga sebulan kedepan tiap Polres jajaran Polda Metro Jaya akan melakukan operasi sekala besar menyisir titik rawan jambret dan begal yang meresahkan masyarakat.

“Dibuat operasi ke wilayahan, nanti dibawah Biro Operasional yang akan mengendalikan, berlaku mulai nanti malam, perintahnya adalah melakukan penangkapan terhadap begal dan jambret,” ucapnya.

Untuk diketahui beberapa waktu belakangan kasus penjambretan terjadi di wilayah Jakarta hingga membuat masyarakat resah. Sebut saja kasus penjambretan yang menimpa Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanudin.

Kemudian ada juga kasus penjambretan yang menimpa penumpang ojek online GrabBike, Warsilah. Bahkan wanita berumur 37 tahun itu sampai berpulang ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa akibat terjatuh dari atas motor saat aksi penjambretan terjadi. (ysp)

 

Baca Juga