Beranda Berita Utama

Kantor Panwaslu Dilempari

TEGANG: Sejumlah massa melempari kantor Panwaslu Kabupaten Bogor dengan telur, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR,Pilkada Kabupaten Bogor memanas. Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) jadi sasaran demonstrasi sejumlah warga yang mengaku kecewa, kemarin (3/7).

Massa menduga penyelenggara dan pengawas pemilu tidak netral lantaran laporan dugaan tindak pidana pemilu yang masuk ke Panwaslu tak kunjung ditindaklanjuti me­lalui Sentra Penegakan Hu­kum Terpadu (Gakkumdu).

Puluhan massa yang tergabung dalam Masyarakat Forum Pilkada Ber­sih itu, bahkan sempat me­lem­­par kantor yang berlokasi di Jalan Perumahan Cibinong Endah, Sukahati, tersebut dengan telur mentah sebagai bentuk protes.

“Melempar telur itu bentuk kekecewaan. Telur kan identik dengan bau. Mereka itu bau busuk! Bermain-main dengan pilkada, bermain-main dengan pesta demokrasi yang merupakan simbol menciptakan pemimpin baru,” ujar koordinator aksi Imam Wijaya.

Menurut dia, banyak pelang­garan yang telah dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Bogor, tetapi tak kunjung ditindaklanjuti. Seperti adanya dugaan pelang­garan money politics hingga keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).

“Mereka saling lempar bola dan saling menyalahkan, sehingga kami turun mengambil kesimpulan bahwa Panwaslu lewat Gakkumdu-nya bermain-main dengan pilkada, dan kita pastikan mereka tidak netral,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah mengung­kapkan, semua laporan yang masuk ke Panwaslu tentunya ditindaklanjuti. Namun, dari semua delik pidana tidak ada satu pun yang naik ke proses penyidikan. Hal itu berdasarkan hasil verifikasi bersama kepolisian dan kejaksaan.

“Kebanyakan memang tidak memenuhi unsur-unsur pidana dan alat bukti juga yang kurang terpenuhi pendukungnya kemudian saksi-saksi dan sebagainya,” terang Irfan.

Terkait transparansi, pria yang juga ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran pada Panwaslu Kabupaten Bogor ini menerangkan bahwa hasil penanganan semua laporan bisa dilihat dalam form A13.

“Jadi, kalau memang ada masyarakat dan teman-teman media juga kita kasih gambaran hasil terakhir, ya begitulah bentuk transparansi kita sediakan,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga