Beranda Berita Utama

700 Ribu Peserta tak Lulus SBMPTN

BERBAGI
SERIUS : Para peserta SBMPTN mengerjakan ujian menggunakan gadget berbasis Android.

BOGOR- RADAR BOGOR,Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2018 hari ini (3/7) bakal diumumkan. Peserta sudah bisa melihat pengumuman sore hari mulai pukul 17.00 WIB.

Ketua Panitia SBMPTN 2018 Ravik Karsidi belum bersedia memberikan data jumlah kelulusan secara nasional untuk seleksi masuk PTN berbasis ujian tulis itu. Namun menurut beberapa kabar, tahun ini jumlah yang diterima SBMPTN sekitar 160 ribu orang dari 860.001 pendaftar atau sekitar 700 ribu tak lolos.

Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah pelamar SBMPTN mencapai 797.738 orang. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan lulus SBMPTN 2017 mencapai 148.066 orang.

’’Besok (hari ini) akan kita berikan penjelasan secara komplit,’’ kata Ravik kemarin (2/7). Dia menegaskan bahwa pengumuman kelulusan SBMPTN 2018 tetap sesuai jadwal yakni 3 Juli.

Tahun ini, pelamar kategori sosial humaniora (soshum) mendominasi dengan jumlah 359.140 orang. Kemudian disusul pelamar kategori saintek 341.290 orang. Kemudian peserta program campuran jumlahnya 159.140. Ujian tulis SBMPTN sudah digelar pada 8 Mei lalu dan tersebar di 42 panitia lokal (panlok).

Meskipun secara nasional belum ada informasi jumlah kelulusan, tetapi beberapa kampus sudah mengumumkan jumlah penerimaan melalui SBMPTN. Di antaranya adalah Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang meluluskan 4.190 peserta. Sedangkan UIN Syarif Hidayatullah jumlah mahasiswa baru yang diterima dari SBMPTN 1.302 orang. Lalu di UNS Solo ada 3.100 peserta yang lulus SBMPTN.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan tahun ini tidak ada kenaikan signifikan dalam jumlah daya tampung PTN. Kalaupun nanti ada penambahan kelulusan SBMPTN, bisa jadi luncuran dari bangku yang tidak terisi dari seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

’’PTN sekarang kita dorong untuk peningkatan mutu,’’ jelasnya. Sehingga tidak ada lagi PTN yang menaikkan jumlah mahasiswa secara signifikan, tanpa mempertimbangkan kapasitas pengajar maupun sarana perkuliahan lainnya. Terkait pemenuhan angka partisipasi pendidikan tinggi, bisa ikut dibantu oleh perguruan tinggi swasta (PTS).

Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah menga­takan, bagi calon maha­siswa yang tidak diterima di SBMPTN tidak perlu berkecil hati. Sebab, masih ada cara masuk PTN melalui ujian atau seleksi mandiri. Atau kalaupun tidak ikut ujian mandiri, calon maha­siswa juga bisa masuk ke PTS.

Di tempat berbeda, Rektor IPB, Arif Satria jumlah peserta SBMPTN 2018 yang mendaftar di kampusnya mengalami peningkatan sebesar 30 persen. Namun, tahun ini kuota SBMPTN masih dibatasi sebesar 30 persen. (jp/ran)

Dia menerangkan, porsi terbesar penerimaan mahasiswa baru diprioritaskan untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang sudah diumumkan beberapa bulan lalu.

“Namun, bagi yang tidak lolos SBMPTN, IPB juga masih membuka seleksi jalur mandiri yang terdiri dari ujian talenta masuk (UTM), beasiswa utusan daerah, kelas internasional, ketua osis, PIN, dan beasiswa Kemenag dan pesantren. Kami juga membuka kelas internasional. Kelas khusus. Itu untuk menampung para siswa dari luar negeri,” tutupnya. (jp/ran)

Komentar Anda

Baca Juga