Beranda Berita Utama

Suara Pilbup Dihitung Mahasiswa

SERIUS: Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti (kanan) saat berkunjung ke Graha Pena Radar Bogor, tadi malam. (Sofyan/ Radar Bogor)

BOGOR-RADAR BOGOR,Mulanya saling klaim keunggulan suara, lantas saksi pasangan calon menolak tanda tangan massal, dan kini kesulitan mengentri data lantaran macetnya sistem server KPU Kabupaten Bogor. Ikhtiar hitung suara pun dikerjakan manual dengan menurunkan ratusan mahasiswa. Apakah hasilnya bisa steril?

Down-nya server KPU Pusat beberapa hari ini berdampak sistemik. KPU Kabupaten Bogor kesulitan melakukan entry data hasil penghitungan suara dokumen C1 (hasil perhitungan di TPS) ke website. Hal ini terjadi karena sistem server dilakukan buka tutup.

Untuk menyiasati itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti terpaksa memperbanyak kuantitas tenaga penginput data C1.

Mereka mengerahkan mahasiswa luar Bogor untuk mengentri dan scan data C1 ke server KPU RI.

“Kami menghimpun 7.635 C1 dari seluruh TPS. Ini kami entri, merekrut sekitar 100 mahasiswa. Proses entri dan scan ini dilakukan di seluruh Indonesia, tapi servernya satu di KPU RI. Sehingga ada loading, sistemnya tidak berjalan dengan baik. Itu yang kemarin agak sedikit terlambat,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Meski begitu, server sudah mulai diperbaiki sejak Kamis (28/6) malam. Sedikitnya ada sekitar 6.800 data pilbup dan 7.500 data pilgub yang dientri ke server KPU RI hingga Kamis malam. Jumlah TPS di Kabupaten Bogor memang terbilang banyak, yakni berjumlah 7.379 TPS.

Sehingga jangan heran, meski wilayah lain di Jawa Barat sudah menembus angka 100 persen penginputan, namun di kabupaten baru sebatas 30 hingga 50 persen. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini.

Berikut video diskusi Ketua KPU Kabupaten Bogor

(fik/gal/d)

Baca Juga