Beranda Nasional

Kurang Ajar! OPM Ancam Serang Pusat-pusat Pembangunan di Papua

Ilustrasi anggota OPM.

PAPUA-RADAR BOGOR, Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) kembali melontarkan ancaman, setelah sebelumnya melakukan serangan ke Bandara Kenayam dan pengawalan logistik Pilkada di Nduga.

KKSB yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) itu mengancam menyerang setiap lokasi yang menjadi pusat pembangunan di Papua.

Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom menuturkan bahwa serangan yang terjadi di bandara dan kapal speed boat yang membawa logistik pemilu merupakan bentuk dari penolakan TPNPB OPM terhadap setiap proses pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia. ”Itu memang targetnya menganggu,” jelasnya.

Serangan mematikan semacam itu akan terus dilakukan TPNPB OPM selama belum ada titik temu antara pemerintah Indonesia dengan TPNPB OPM, yang disebut pemerintah sebagai KKSB.

”Bahkan kami menargetkan setiap lokasi yang menjadi titik pusat pembangunan yang dilakukan Indonesia,” tuturnya.

Apa titik temu yang diinginkan? Dia menuturkan bahwa semua program pemerintah Indonesia harus dihentikan dan menuntut hak politik untuk menentukan nasib sendiri.
”Selama belum tercapai, apa yang kami anggap perang ini terus berlanjut,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam serangan ke bandara tersebut terdapat tiga warga sipil yang menjadi korban. Namun, sebenarnya banyak warga sipil asal luar Papua yang menjadi agen pemerintah Indonesia.  ”Mereka memberikan informasi ke pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Keberadaan agen tersebut diklaim telah terverifikasi oleh TPNPB OPM. ”Mereka diberikan toko dan berbagai bahan untuk menjadi agen. Kami sudah cek semua itu. Kami punya data mereka siapa saja,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam serangan tersebut memang ada korban seorang anak yang terluka. ”Itu kecelakaan saja, dalam kondisi semacam itu,” paparnya dihubungi Jawa Pos, Jumat (29/6/2018).

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan hingga saat ini belum ada informasi keberhasilan penangkapan terhadap KKSB. Hal tersebut dikarenakan medannya memang berat. ”Gak kaya di Jakarta, itu di Papua, hutan,” jelasnya.

Setelah tiga hari pasca penembakan speed boat yang membawa personel yang mengawal logistik pemilu, dua personel yang hilang belum juga ditemukan.

”Kalau menurut saya sih masih hidup, cuma terdampar agak jauh dan tidak ada sinyal,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penyerangan kembali yang dilakukan KKSB, dia mengatakan bahwa personel tambahan dari Brimob telah sampai di Papua. ”Kami fokus mengamankan,” tegasnya. (idr/ysp)

Baca Juga