Beranda Berita Utama

BI Naikkan Suku Bunga

BERBAGI
Ilustrasi

JAKARTA-RADAR BOGOR,Bank Indonesia segera merespons kondisi kurs rupiah yang terus tertekan dolar Amerika Serikat (AS).

Sesuai prediksi, otoritas moneter tersebut memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate setelah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin (28/6) dan hari ini. Kenaikan yang dilakukan cukup signifikan, yakni mencapai 50 basis point (Bps), dari yang semula 4,75 persen menjadi 5,25 persen.

Selain itu, dalam rapat tersebut BI juga memutuskan menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen. Keputusan BI menaikkan suku bunga acuannya tersebut direspons cepat oleh pasar.  Kurs rupiah ditutup menguat menguat 64 poin atau 0,44 persen di Rp14.330 per dolar AS, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,17 persen atau 24 poin di posisi Rp14.370 per dolar AS.

Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo,  keputusan menaikkan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan BI untuk secara pre-emptive,  front loading dan ahead of the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara.

”Dengan kenaikan BI,  tense moneter ini,  kenaikan ini dari sisi kebijakan moneter,  kita beralih ke netral,  di atas cenderung ketat. Sejalan dengan tense kebijakan yang fokus untuk menjaga stabilitas ekonomi,  khusus nilai tukar rupiah,” ungkap Perry dalam konferensi pers di Gedung BI,  kemarin.

Mantan deputi gubernur senior BI itu melanjutkan,  kenaikan suku bunga tersebut akan berdampak pada kenaikan imbal hasil pasar keuangan dan surat berharga negara (SBN).

Sehingga,  daya saing pasar keuangan dan SBN Indonesia bisa lebih kompetitif dan menarik bagi investor,  termasuk investor asing. Dengan kenaikan sebesar 50 bps ini,  diprediksi akan lebih banyak menarik inflow (aliran dana masuk) ke Indonesia,  khususnya dalam bentuk fixed income atau SBN. (ken)

Komentar Anda

Baca Juga