Beranda Metropolis

Warga Tolak Jasad Terduga Teroris

BERBAGI
ilustrasi pengamanan teroris

BOGOR–RADAR BOGOR,Sejumlah warga menolak jenazah para teroris dikubur di lingkungannya. Salah satunya adalah warga RT 04/07, Bantarkemang, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, yang menolak jasad terduga teroris AZW (31) yang ditembak mati Densus 88 Antiteror, Sabtu (23/6). AZW bersama rekannya diduga akan melakukan amaliah atau aksi teror saat pilkada Jawa Barat hari ini (27/6).

Ketua RT 04/07 Bantarkemang, Baranangsiang, Abdulrohman mengaku sudah didatangi oleh salah satu petugas Polda Metro Jaya untuk membicarakan nasib pemakaman jenazah AZW. Namun, pihaknya sama sekali belum ada obrolan dari pihak keluarga terkait pemakaman AZW. “Kalau kami, menunggu kesepakatan pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat dulu,” beber Abdulrohman kepada Radar Bogor.

Menurut dia, dari obrolan dengan beberapa pengurus secara pribadi, sebagian masyarakat tidak setuju bila jenazah AZW dimakamkan di Bantarkemang, Kelurahan Baranangsiang. Sebab, warga beranggapan bahwa almarhum telah mencoreng nama baik kampung, wilayah, dan juga jadi musuh negara.

“Walaupun memang keputusan rapat resmi belum ada. Tapi respons sementara dari obrolan-obrolan masyarakat kurang setuju. Toh keluarga juga belum lapor ke kami,” tegasnya.

Sebagai pengurus RT, Abdulrohman tidak merasa takut jika nantinya sikap warga menolak. Warga Baranangsiang siap menghadapi tekanan dan perlawanan apa pun. Sebab, penolakan pemakaman, menurut Abdulrohman, tidak sebanding dengan efek teror yang dibuat para pelaku teror.

“Lebih kejam mana antara membunuh dan bom bunuh diri? Apalagi sampai melukai orang yang tidak berdosa. Jadi, wajar jika saya pribadi tidak setuju dia dimakamkan di sini,” tegasnya.

Menurut dia, negara akan kuat bukan hanya karena kekuatan TNI dan Polri. Tapi, dari persatuan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara. “Di sinilah pemberantasan terorisme yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan, AZW dan temannya, AS, pernah mengikuti pelatihan semimiliter di Gunung Gede pada 2014 bersama Bahrunsyah dan Ahmad Syarifudin. “Serta merencanakan amaliah dalam pelaksanaan Pilkada Jabar 2018,” bebernya.

Kedua terduga teroris itu ditangkap ketika naik sepeda motor di Jalan Tole Iskandar, Kota Depok, Sabtu (23/6).

“Dalam proses penyergapan, terduga teroris melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dan mengancam nyawa petugas menggunakan pisau komando dan pistol,” ucap Iqbal.

Dari jenazah dan sepeda motor terduga teroris itu, polisi menyita barang bukti satu bilah pisau komando dan satu pucuk pistol FN beserta magasin dan 10 butir peluru kaliber 9 milimeter.(cr3/c)

Komentar Anda

Baca Juga