Beranda Metropolis

Pertahankan Predikat PDAM Terbaik se-Indonesia

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan, Deni Surya Sanjaya, saat acara halal bihalal keluarga besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, kemarin (25/6).

BOGOR–RADAR BOGOR,Di balik banyaknya pembenahan yang diperlukan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor membuktikan masih menjadi PDAM terbaik se-Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan, Deni Surya Sanjaya, saat acara halal bihalal keluarga besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, kemarin (25/6).

Deni menyebutkan, hasil penilaian kinerja terakhir di Bandung, nilai PDAM Tirta Pakuan sedikit menurun dari 4,49 menjadi 4,38. Apabila ada PDAM lain yang nilainya naik, maka PDAM Tirta Pakuan ada di posisi kedua.

“Namun, kalau nilai PDAM lain masih tetap atau bertahan berarti PDAM Tirta Pakuan masih di posisi pertama,” ujarnya.

Dia menambahkan, nilai tersebut tentunya menjadi motivasi bagi PDAM untuk terus berupaya meningkatkan pelayanannya. ”Saya yakin kinerja dan kerja nyata merupakan hal paling penting dibanding menggenggam piagam penghargaan,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya berpesan agar jajaran direksi dan karyawan PDAM Tirta Pakuan dapat terus meningkatkan pelayanannya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PDAM Tirta Pakuan yang tetap berikhtiar, bertugas, dan memberikan pelayanan secara maksimal.

“Kalaupun masih ada keluhan dari beberapa pelanggan itu merupakan dinamika yang harus terus diperbaiki,” katanya.

Namun demikian, Bima menilai ikhtiar dari PDAM sejauh ini sudah luar biasa sehingga masih mencatatkan sebagai PDAM terbaik se-Indonesia. Dia menekankan kunci dari kinerja itu ada dua sisi, yakni inovasi dan motivasi. Peningkatan pelatihan dan teknologi merupakan inovasi. Tetapi ini tidak ada artinya jika lemah di motivasi.

“Yang membawa PDAM berprestasi adalah keseimbangan antara dua hal itu,” sebutnya.

Jika motivasi PDAM kuat dan maksimal akan baik tentunya. Motivasi ini juga bisa dibedakan, apakah motivasinya duniawi atau ukhrawi. Apakah motivasinya peningkatan karier diri sendiri atau motivasinya kebanggaan sebagai kelembagaan.

Bima menyebutkan, banyak lembaga cepat hancur karena ambisi individu mengalahkan kebanggaan kelembagaan karena ambisi materi dan ambisi untuk kursi meniadakan kebanggaan kebersamaan.

“Saya mengingatkan percuma modal dan teknologi diperbaiki serta aspek inovasinya dahsyat tetapi motivasi perlahan melemah,” ujarnya.

Namun, jika motivasi ini kuat semua digembleng, semua merasa ini bagian dari ibadah dan bagian dari untuk mengharumkan kelembagaan, maka akan timbul inovasi dan semangat untuk bekerja.

Ia juga berpesan, menjelang pemungutan suara Pilkada serentak 2018, yakni 27 Juni, PDAM harus terus menjaga pelayanannya secara maksimal.

“Hari ini sampai Rabu (27/6) saya akan memantau terus titik-titik pelayanan PDAM, sumber-sumber air, reservoir. Jangan sampai pelanggan tidak bisa nyoblos karena belum mandi, tidak bisa keluar rumah karena tidak bisa masak dan tidak bisa beraktivitas karena pasokan air terganggu,” jelasnya.(fik/*)

Baca Juga