Beranda Berita Utama

Pengendara Motor Berkurang, Bus Kurang Diminati

BERBAGI
(Sofyan/ Radar Bogor)
RAMAI: Para pemudik yang menggunakan sepeda motor melintasi jalur Gadog, Kecamatan Ciawi. ilustrasi

JAKARTA–Preferensi masyarakat terhadap angkutan umum membaik. Selain itu, pada mudik angkutan Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat bahwa pemudik dengan menggunakan sepeda motor berkurang.

“Pemudik dengan motor berkurang hampir setengahnya, sekitar 47 persen,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin (23/6).

Menurut Budi, kesadaran masyrakat sudah tumbuh. Untuk itu, ia berencana untuk meningkatkan kapasitas mudik gratis untuk pengguna motor 2 hingga 3 kali lipat tahun depan. “Karena berdasarkan evaluasi, para pemudik senang dan mereka sadar kalau naik motor itu melelahkan dan bahaya,” katanya.

Secara keseluruhan, menurut Budi, tidak akan terjadi lonjakan besar. Puncak jumlah penumpang sudah terlewati. Baik di darat laut dan udara pada tanggal 19 Juni lalu. Menurut Budi, masyrakat mematuhi dengan baik imbauan untuk tidak mudik pada tanggal 20.

Kecenderungan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum ini kata Budi harus terus ditingkatkan. Syaratnya adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan. Juga ditambahkan unsur-unsur yang antraktif.

Selain itu, sarana dan prasarana penunjang kata Budi sudah cukup mumpuni. Namun, ia berharap perlu ada peningkatan pelayanan dari pemda-pemda di kota-kota pantai utara Jawa untuk mengambil kesempatan pada masa arus mudik dengan menyediakan berbagai fasilitas.

Berupa tempat istirahat, maupun tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. “Sehingga perjalanan melintasi Pantura itu bermakna, bisa jadi sumbangsih ekonomi juga untuk daerah,” katanya.

Moda transportasi yang kurang diminati masyrakat saat ini kata Budi adalah bus. Untuk itu, pihaknya akan terus merevitalisasi angkutan bus. Salah satunya dengan mengembangkan sistem tiket online, juga meningkatkan kualitas bus bus yang beroperasi.

Moda kereta api juga tidak mencatatkan peningkatan yang signifikan. Namun Budi berharap pada pembangunan sistem kereta cepat Jakarta-Surabaya yang diharapkan bisa dibangun dan selesai dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

Kecepatan rata-rata kereta ini adalah 140 km/jam dan diharapkan menjadi salah satu alternatif moda pilihan masyarakat.

Menjelang akhir masa arus balik libur Lebaran 2018, tepatnya sampai dengan H+6 (22/06), PT Jasa Marga mencatat lebih dari 652 ribu kendaraan telah kembali ke Jakarta melewati GT Cikarang Utama.

Volume lalu lintas arus balik akumulasi ini meningkat 52% dibandingkan dengan lalu lintas harian normal sebanyak 428 ribu kendaraan. Setiap harinya, volume kendaraan meningkat rata-rata 30 persen dengan lonjakan tertinggi pada selasa tanggal 19 juni yakni 82 persen.(tau)

Komentar Anda

Baca Juga