Beranda Metropolis

Kembangkan Argo Pertanian Perkotaan Lewat Yumina dan Bumina

INTEGRASI: Distani mengembangkan metode pertanian modern dengan metode yumina dan bumina.

Lahan yang sempit kerap menjadi kendala bagi masyarakat perkotaan untuk bertani. Namun, dengan berkembangnya sistem tanam hidroponik dan aquaponik, Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor mengembangkan yumina dan bumina. Seperti apa metodenya?

Laporan: Muhammad Aprian Romadhoni

Ditemui di kantornya, Kepala Bidang Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan, menjelaskan yumina merupakan akronim dari sayuran dengan ikan. Sedangkan, bumina adalah buah dan ikan. Teknologi ini memanfaatkan kolam ikan sebagai media pertumbuhan tanaman.

Ciptaan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini dipercaya mampu mendokrak agro pertanian dan edukasi perkotaan. “Cara kerjanya menggunakan kolam ikan,” kata Dian kepada Radar Bogor.

Kolam ikan bisa dibuat sendiri, dari terpal dan kayu. Untuk mediannya, disediakan pot berukuran sedang. Di sana bisa ditanami sayuran. Apa keunggulannya? Lanjut Dian, akan ada pipa yang terkoneksi ke pot. Air akan mengalir dari kanan sampai kiri pot.

Selain itu, yumima dan bumina ini mampu diterapkan di lahan sempit. Selama perawatan juga tidak perlu menggunakan pupuk. Sebab, nutrisi dipasok dari feses kotoran ikan. Ikan yang dipergunakan adalah ikan air tawar, di antaranya lele dan ikan mas.

“Ini adalah hasil organik. Selain panen sayur juga sekali panen bisa sampai satu ton ikan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil uji sampling diperoleh kelulusan hidup 100 persen (15 hari masa tanam). Sedangkan, konversi pakan 0,76 sehingga dianggap efisien serta direkomendasikan untuk dikembangkan oleh kelompok tani di Bogor. Tentunya, didampingi oleh penyuluh pertanian dan perikanan lapangan.

Saat ini, Distani tengah mengembangkan di enam lokasi. Kawasan Pendidikan Pertanian Terpadu Kampung Legok Muncang Kelurahan Cipaku, Laboratorium Lapangan Distani di Kelurahan Cipaku, kawasan Agroeduwisata Ciharashas Kelurahan Multaharja, dan tiga kelurahan; Sukaresmi, Katulampa, dan Situgede.

Yumina dan bumina mulai dikembangkan di Kota Bogor sejak 2016 dan mulai disosialisasikan oleh Ditjen Budidaya KKP sejak 2006. Visinya, mewujudkan argrobisnis perkotaan yang ramah lingkungan dan berdaya saing ekonomi.

Oleh karenanya, kata Dian, Distani mengajak warga jika ingin mengembangkan teknologi ini.(don/c)

Baca Juga