Beranda Metropolis

Hanya Layani 300 Pemohon E-KTP

BERBAGI
ANTRE: Warga mulai mengantre untuk mengurusi dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil Kota Bogor, kemarin (21/6). Untuk pembuatan e-KTP, Disdukcapil membatasi hanya untuk 300 pemohon.

BOGOR–RADAR BOGOR,Hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, Dinas Kependu­dukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor kembali membuka pelayanan, kemarin (21/6).

Terhitung ada 300 orang mengambil nomor antrean untuk melakukan pencetakan e-KTP. Tak ayal, kantor Disdukcapil yang berada di Jalan Achmad Adnan Wijaya ini, sejak pagi hingga siang ramai dengan warga sampai 300 orang saja untuk pencetakan e-KTP. Karena kalau melebihi itu pelayanan bisa sampai malam,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dody Ahdiat.

Dody mengatakan, pihaknya masih membuka loket khusus pencetakan e-KTP yang dikolektif RT/RW. Warga cukup memberikan surat keterangan (suket) kepada RT/RW-nya. Dengan dikolektif warga tidak perlu mengantre dan ini bebas dari biaya apa pun.

“Jadi, kami harap RT/RW mau menerima warga yang ingin kolektif. Minimalnya ada 5 orang dan maksimalnya 50 orang, dengan jangka waktu selesainya lima hari kerja,” imbuhnya.

Sejak Senin (4/5) lalu hingga H-2 Lebaran Rabu (13/6), kata Dody, Disdukcapil Kota Bogor sudah mencetak 8.537 e-KTP dari total yang sudah print ready record (PRR) atau siap cetak 17 ribu e-KTP. “Saat ini total wajib KTP di Kota Bogor ada 740.678 orang dan yang sudah melakukan perekaman 712.046 atau 96,13 persen. Jadi, sisanya hanya tinggal 3,87 persen lagi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pendatang baru yang masuk ke Kota Bogor pasca-Lebaran, Dody mengungkapkan, kalau pihaknya baru akan mendata penduduk nonpermanen setelah satu minggu kerja, yakni Kamis (28/6). Namun, berdasarkan data selama tiga tahun ini jumlah pendatang tidak terlalu siginifikan atau hanya sekitar 200 orang.

Mengingat mereka seringnya hanya transit ke Kota Bogor dan setelah beberapa bulan menyebar ke berbagai kota. Seperti Kabupaten Bogor, Bekasi dan Tangerang.

“Jadi, Kota Bogor itu bukan kota tujuan untuk penduduk yang ingin menetap. Sekalipun ada yang menetap jumlahnya seimbang dengan yang pindah dari Kota Bogor,” katanya.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga