Beranda Berita Utama

Debat Publik Kedua Pilwalkot, Hasilnya? Biasa-biasa Saja

BERBAGI
KOMPAK: (Kiri-kanan) Achmad Ru’yat, Zainul Mutaqin, Edgar Suratman, Sefwelly, Bima Arya, Dedie A Rachim, Dadang Iskandar Danubrata, dan Sugeng Teguh Santoso berfoto bersama usai debat, kemarin. (Wulan/ Radar bogor)

BOGOR-RADAR BOGOR,Tak berbeda jauh dengan sebelumnya, empat pasangan calon wali kota Bogor kembali memaparkan visi dan misi dalam debat publik yang diselenggarakan KPU, kemarin (21/6).

Kali ini, ada empat panelis yakni Beddy Iriawan Mashudi, Ninik Rahayu, Didin Saepudin, dan A Faroby Palatehan yang memberikan pertanyaan bagi masing-masing paslon untuk menjawab isu strategis yang sesuai dengan tema, yakni Menyerasikan Pembangunan Daerah, Provinsi dan Pusat serta Meningkatkan Pelayanan Publik.

Debat yang dilaksanakan di gedung Braja Mustika dan disiarkan langsung Jak TV ini terbagi menjadi enam segmen. Pertama, para paslon memaparkan visi misinya dalam waktu 60 detik. Kedua, membuka pertanyaan di dalam amplop yang telah disediakan oleh panelis.

Pada segmen tiga dan empat masing-masing calon wali kota saling melempar pertanyaan. Sedangkan di segmen kelima giliran calon wakil wali kota yang melemparkan pertanyaan dan terakhir closing statement.

Pasangan calon, Edgar Suratman dan Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat mendapat giliran pertama menjawab pertanyaan terkait penajaman visi misi. Kali ini, panelis menanyakan strategi yang akan dilakukan dalam institusi pemerintah agar tak terjadi maladministrasi.

Menanggapi hal tersebut, ia berjanji akan menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi.

“Kalau bagus kita beri penghargaan, kalau tidak bagus maka dihukum,” ujarnya.

Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini (gal/jp)

Komentar Anda

Baca Juga