Beranda Metropolis

Miras Ilegal Masih Marak

ilustrasi

BOGOR–RADAR BOGOR,Bulan suci ramadan telah berakhir, beberapa penyakit masyarakat (pekat) mulai kembali marak terjadi. Terbukti, Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil menyita 26 botol dan tiga derigen minuman keras (miras), Selasa (19/6) malam.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya menjelaskan puluhan botol miras itu didapat saat tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Bogor Kota melakukan operasi miras di wilayah Kecamatan Bogor Barat.

“Lokasinya di depan Terminal Bubulak Kecamatan Bogor Barat, sekitar pukul 23.00 WIB malam,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin (20/6).

Miras tersebut dijual di sebuah warung kecil milik MM yang beralamat di Kelurahan Lae Parira Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Barang bukti yang diamankan berupa 3 derigen ukuran 30 liter berisi Tuak, 8 botol angker Bir, 5 botol arak, 3 botol anggur merah, 5 botol anggur putih, 4 botol ginseng, 1 botol Ciu.

“Dalam pelaksanaan ops miras berjalan aman terkendali,” terangnya.

Seperti diketahui, jelang bulan Ramadan Polresta Bogor Kota juga berhasik merazia ribuan botol miras. Sedikitnya, ada 12 ribu botol miras yang dimusnahkan secara masal di halaman Balaikota Bogor pada Senin (14/5) lalu.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menuturkan, seluruh botol miras ilegal itu adalah hasil razia yang dilakukan aparat gabungan kepolisian, TNI dan Satpol PP selama sebulan terakhir sebelum puasa.

“Selain miras, narkoba berbagai jenis pun kami temukan. Mulai dari ganja seberat 47,55 gram, sabu 9 gram, tembakau sintetis 10 paket, serta 1.127 butir pil G,” ujar Ulung saat itu.

Menurut Ulung, dampak konsumsi miras bagi tindakan kejahatan sudah berulang kali terjadi. Bahkan, dari yang dia temukan di lapangan, mayoritas konsumen miras berasal dari kalangan remaja. “Paling menonjol, miras lebih banyak dikonsumsi remaja dan pemuda. Utamanya di malam Minggu yang kerap menjadi penyebab aksi tawuran dan balap liar,” imbuhnya. (fik/c)

Baca Juga