Beranda Metropolis

Warga Mulai Tinggalkan Bogor

MENUNGGU BUS: Sejumlah pemudik mulai memadati Terminal Baranangsiang, kemarin (10/6). Diperkirakan puncak arus mudik di Kota Bogor akan terjadi pada H-3 Lebaran.

BOGOR–RADAR BOGOR,Musim mudik Lebaran dimulai. Sejak kemarin (10/6), Kota Hujan mulai ditinggali warga. Sejumlah pemudik satu demi satu mulai mendatangi Terminal Baranangsiang ataupun Stasiun Bogor. Beberapa terlihat membawa koper maupun backpacker-nya masing-masing.

Salah satunya, Bambang (65) beserta istri dan anaknya yang akan mudik ke Garut, namun terlebih dulu mengunjungi sanak saudaranya ke Kota Kembang, Bandung.

“Saya ke adik dulu, baru ke kampung halaman Garut. Takut macet, jadinya dari sekarang-sekarang sudah berangkat biar tidak terjebak macet,” ungkapnya.

Kabid Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jimy Hutapea mengata­kan, kepadatan pemudik diperkirakan pada H-3 Lebaran. Namun, dia memprediksi jumlah pemudik angkutan umum Lebaran tahun ini bakal mengalami penuru­­nan seperti tahun-tahun sebelum­nya, yakni sekitar enam persen.

“Penurunan ini karena ada beberapa perusahaan otobus yang tutup akibat bangkrut. Penurunan ini sudah menjadi tren selama tiga tahun terakhir,” katanya.

Terpisah, Kepala Stasiun Bogor, Cahyono menuturkan, Stasiun Bogor baru padat justru pada hari-H Lebaran dan setelahnya. Sebab, commuter line lebih kepada angkutan harian dengan jarak pendek. Biasanya pemudik memadati stasiun untuk menuju stasiun yang menuju daerah Jawa.

“Warga yang ke Bogor lebih condong untuk wisata. Sehingga padatnya ketika Lebaran dan setelah Lebaran,” paparnya.

Sementara sebelum atau jelang Lebaran, justru traffic pengun­jung tidak ramai. Meski begitu, ia mengatakan bahwa stasiun telah menyiapkan fasilitas tambahan mengantisi­pasi membeludaknya pengunjung di stasiun.

Salah satunya, tenda tempat duduk untuk pengun­jung. Di sana sudah disediakan tujuh loket manual tambahan, mengantisipasi panjangnya antrean pembelian tiket.

“Begitu juga loket refund, pengembalian uang asuransi. Yang biasanya hanya ada tiga kami tambah lima loket lagi. Loket manual juga kami tambah tujuh, tapi yang diaktifkan baru tiga karena belum padat,” beber Cahyono.

Pihaknya juga menyediakan posko wilayah yang memudahkan pendatang mengetahui wilayah Bogor serta posko kesehatan.(ran/c)

Baca Juga