Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Ramadan ala Ahmad Suryadi, Kades Cariu, Ngabuburit dan Diskusi di Masjid

BERBAGI
KEBERSAMAAN: Kades Cariu Ahmad Suryadi (empat dari kanan) bersama warga di dalam masjid sambil menunggu waktu berbuka

Setiap kepala desa memiliki cara yang berbeda menunggu berbuka puasa. Ada yang ngabuburit bersama keluarga. Ada pula yang menyibukkan diri bersama warga. Begitu pun dengan Kepala Desa Cariu, Ahmad Suryadi. Ia memilih menunggu saat berbuka di Masjid Raya Cariu bersama warga.

LANTUNAN ayat suci Alquran begitu syahdu terdengar, Sabtu (9/6) sore. Itu menjadi penanda waktu jelang berbuka akan tiba. Sebuah rutinitas yang terjadi di Masjid Raya Cairu, Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Setiap jelang petang, warga bebondong-bondong mendatangi masjid yang dijadikan area ngabuburit. Seperti Sabtu sore itu. Satu per satu warga mulai berdatangan. Tua muda hadir. Memadati masjid. Baik di selasar maupun di dalam masjid.

Selain ngabuburit, mereka yang datang menunggu waktu berbuka bersama juga untuk salat Magrib berjamaah. Itu pun menjadi pemandangan khas saat Ramadan di Desa Cariu.

Di antara warga yang berdatangan, Ahmad Suryadi nampak asyik berdiskusi bersama warga. Sore itu, yang dibahas adalah acara menyambut hari raya. “Nanti untuk malam takbiran, akan ada acara apa saja. Sudah ada konsepnya?” tanya Ahmad Suryadi kepada warga.

Diskusi pun terhenti saat seorang pria mengenakan baju koko lengkap dengan sarung dan peci putih melenggang ke arah pengeras suara. “Allahuakbar..Allahuakbar…,” azan mulai berkumandang. “Alhamdulillah, ayo kita buka dulu,” ucap kades yang akrab disapa kades Ojos itu.

Begitulah keseharian Kepala Desa Cairu, Ahmad Suryadi saat Ramadan. Setiap sore menjelang berbuka ia memanfatkan waktu bercengkerama dengan warga dan salat Magrib berjamaah dengan warganya. “Saya selalu sempatkan.

Karena selain bisa lebih dekat dengan warga, saya bisa berdiskusi dengan warga untuk kemajuan desa ke depannya,” pungkasnya.(all/c)

Komentar Anda

Baca Juga