Beranda Metropolis

Protes Penghuni Bogor Valley Ricuh

BERBAGI
MEDIASI: Polisi mencoba memediasi penghuni dan
pengurus Apartemen Bogor Valley, kemarin (10/6).

BOGOR–RADAR BOGOR,Kisruh antara penghuni Apartemen Bogor Valley dengan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Bogor Valley kembali memanas. Kemarin (10/6) puluhan warga mengosongkan kantor pengurus P3SRS yang baru.

Aksi ini merupakan puncak dari aksi protes yang dilakukan penghuni terkait keberadaan pengurus P3SRS yang baru. “Kami kosongkan kantor dan meminta pengelola resmi berhenti dan melakukan pemilihan ulang,” ujar Ketua Paguyuban Warga Bogor Valley, Ria Andriani kepada Radar Bogor, kemarin (10/5).

Dia menegaskan, pengosongan tersebut karena mayoritas penghuni tidak mengakui kepengurusan P3SRS saat ini. Menurutnya, kepengurusan P3SRS tidak mewakili warga lantaran pengurus yang baru diduga merupakan ”titipan” dari pengembang apartemen.

“Selain pengosongan kami juga menunda untuk membayar listrik,” bebernya.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi kericuhan kecil antara antara penghuni apartemen yang berada di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) tersebut dengan pengurus P3SRS. Keributan itu terjadi, ketika pengurus tidak terima dengan aksi yang dilakukan oleh penghuni. Namun, hal itu buru-buru dilerai oleh polisi.

Sementara itu, Dewan Pengawas P3SRS Bogor Valley, Darmawan, menyesalkan aksi pengosongan Kantor Pengurus P3SRS yang dilakukan penghuni. Menurut dia, banyak cara beradab yang dapat ditempuh. Apalagi, saat kejadian, penghuni merusak kantor pengelola dan mengerahkan ormas. Oleh karenanya, dia menyarankan P3SRS yang resmi dan pengelola untuk mundur. Hal itu untuk menghindari bentrokan sekecil apa pun.

“Atas kejadian ini, jika tidak dapat ditenangkan, kami sudah siap membuat laporan polisi,” tegas Darmawan.

Sebagai Dewan Pengawas, dia memahami keinginan warga Apartemen Bogor Valley. Namun sebaiknya menempuh jalur seusai aturan. Dia menilai, banyak hal yang akan ditangani oleh Dewan Pengawas untuk mengakomodasi keinginan warga.

Misalnya, terkait tuduhan warga yang menilai adanya kepentingan pengembang yang masih bercokol dalam pengurus P3SRS. “Pengurus P3SRS yang baru juga harus diberikan waktu untuk bekerja dengan nyaman tanpa intimidasi,” ucapnya.

Darmawan mengatakan, saat ini P3SRS sedang berkomunikasi dengan warga. Dan diharapkan dapat lebih dingin menyikapi hasil pemilihan P3SRS. Hal itu, untuk menghindari pelanggaran pidana. Dia khawatir, protes ini akan semakin anarkis.

“Kasihan juga bila warga terjerat hukum. Pemikiran saya sebenarnya sejalan dengan paguyuban dan saya anti penindasan. Hanya saja, caranya harus sesuai prosedur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, memanasnya hubungan pengurus dan penghuni Apartemen Bogor Valley berawal pada Rapat Umum Tahunan (Ruta) 2018 Mei lalu. Sejumlah penghuni menilai keberadaan P3SRS hanyalah kepanjangan tangan dari pengembang.(don/c)

Komentar Anda

Baca Juga