Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Memulihkan Tradisi

REUTERS
HANGAT: Presiden AS, Donald Trump berbincang dengan tamu undangan dalam acara bukber di Gedung Putih, Rabu (6/6) waktu setempat.

BUKA puasa bersama (bukber) di Gedung Putih, bukan kali ini saja diadakan. Trump mengadakan bukber ini hanya ingin memulihkan tradisi Gedung Putih yang telah ditinggalkannya selama tahun pertama menjabat sebagai presiden.

Trump ingin menghidupkan kembali tradisi buka puasa yang telah dilakukan oleh Presiden AS dari Partai Republik maupun Demokrat selama bertahun-tahun setiap Rama­dan.

Trump, dalam sebuah per­nyataan bulan lalu, me­ngirim salam dan hara­pan terb­aiknya kepada semua Muslim yang menjalankan Ramadan di AS dan di seluruh dunia.

“Ramadan mengingatkan kita pada kekayaan umat Islam di kehidupan Amerika. Di Amerika, kita semua diberkati untuk hidup di bawah konstitusi yang memupuk kebebasan beragama dan menghormati praktik keagamaan,” kata Trump dalam pernyataan itu.

Pernyataan Trump tersebut memang sangat berbeda dengan bagaimana dia meng­hadapi kritik tahun lalu setelah memilih untuk tidak meng­adakan jamuan buka bersama. Presiden sebelumnya, termasuk Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama, selalu menyelenggarakan acara buka bersama.

Dalam kepemimpinannya, Trump memberlakukan la­rangan perjalanan yang me­nargetkan sebagian besar negara-negara Muslim.

Trump sebelum pelan­ti­kannya me­ngatakan, dia akan mem­per­timbangkan untuk meng­awasi dan menutup masjid di AS un­tuk memerangi teroris­me, serta menciptakan database na­­sional untuk Muslim di Ame­rika.

Dia juga pernah salah me­nyatakan bahwa Obama diam-diam seorang Muslim.(jpg)

Baca Juga