Beranda Metropolis

Hotel untuk Hewan yang Ditinggal Mudik

BERBAGI
TERAWAT: Happy Petshop menyediakan paket hotel hewan yang mulai kebanjiran orderan jelang Lebaran.

BOGOR-RADAR BOGOR,Setiap orang tentu ingin merasakan mudik dengan tenang bersama keluarga. Karena itu, meninggalkan hewan peliharaan di rumah kerap menjadi pilihan. Simpel dan dinilai aman. Sayangnya, hal itu tak sepenuhnya benar.

Meninggalkan hewan peliharaan di rumah cukup berisiko membuat ia stres. Terutama jika dilakukan cukup lama. Hal tersebut terkait dengan higienitas.

Kondisi itulah yang membuat jasa penitipan hotel hewan (pet hotel) mulai kebanjiran pemesan. Tempat penitipan hewan Happy Petshop di Jalan Pajajaran salah satunya. Mereka sudah kebanjiran pemesan untuk penitipan hewan dari H-7 sampai H+10 Lebaran.

Pegawai penitipan hewan, Yulianti menuturkan, menjelang Lebaran pihaknya bisa menerima orderan pet hotel sebanyak 20 hingga 25 hewan. “Biasanya paling dua atau tiga, paling banyak lima hewan kalau di hari biasa,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Sementara saat ini, yang sudah booking kandang hotel hewan berjumlah 10 orang. Itu pun belum tentu berapa hewannya, yang bertanya dan ingin langsung ke lokasi pun ada beberapa. Sedangkan yang sudah masuk hotel baru satu hewan.

Ia mengatakan, untuk pelanggan yang menitipkan hewan di tempatnya dikenakan biaya Rp125 ribu per malam untuk berat hewan di bawah 5 kg. Sedangkan yang beratnya di atas 5 kg sebesar Rp150 ribu. Harga tersebut untuk hari biasa. Untuk hari libur, biasanya harganya naik minimal Rp185 ribu per malam.

Harga tersebut hanya termasuk kandang dan tempat makan dan minum saja. Kalau kucing, termasuk tempat pasirnya saja. Sementara makanan, pasir, vitamin dan kebutuhan lainnya disarankan bawa sendiri.

“Tentu itu karena mereka pasti lebih mengenal apa pun yang berbau rumah mereka. Sehingga khawatir kalau makanan yang kami berikan nanti malah tidak mereka makan, juga kebutuhan lainnya,” tambah Yuli.

Dia menjelaskan syarat lainnya, yaitu hewan yang akan menginap harus yang sudah melakukan vaksin kedua. Karena jika hewan tersebut baru vakin pertama, rata-rata tubuhnya masih rentan. Meski kandang dengan hewan lain disekat, namun tidak mustahil berbagai virus menyerang. Apalagi di tempat yang mereka belum terbiasa.

“Juga harus bawa obat tetes kutu dan sudah diberi dulu. Jadi, mereka sudah mencegah duluan. Tidak setelah di sini jadi ada kutunya. Kami juga sejak awal melakukan pemeriksaan dari ujung ke ujung. Anggota tubuhnya ada yang lecet, luka atau pincang dan sebagainya. Sehingga kalau ada luka setelah dititipkan bisa ketahuan dan menjadi tanggung jawab kami,” tukasnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Nimas Ayu Pertiwi Mvet menuturkan, bagi hewan yang ditinggal di rumah tidak disarankan untuk dilepas begitu saja di dalam rumah.

’’Meski hal itu mungkin sudah biasa bagi owner, kekhawatiran terbesar adalah ia makan sesuatu yang bukan makanannya. Misalnya, plastik,’’ ujarnya.

Terkait urusan pemberian makan, owner cenderung langsung memberikan makan dalam jumlah besar sesuai hari ia ditinggal. Langkah tersebut tidak baik untuk si hewan.

Makanan lebih baik diberikan per porsi setiap waktu makan. Hewan tak bisa membagi makanan sendiri per hari. Selain itu, memberi makan hewan sedikit demi sedikit mampu meningkatkan kelincahannya.

Kalaupun memilih mening­galkan hewan di rumah, sebaik­nya ada seorang housekeeper yang bisa menjaganya.

’’Tunjuk orang kepercayaan yang harus tahu jadwal dan kebiasaan sehari-harinya seperti apa,’’ tuturnya. (ran/c)

Komentar Anda

Baca Juga