Beranda Radar Ramadan

Ponpes Daarul Uluum Bantarkemang Kota Bogor, Santri Unjuk Kebolehan saat Ramadan

BERBAGI

Pondok Pesantren Daarul Uluum Bantarkemang, Kota Bogor, ini merupakan pusat dan salah satu pesantren tertua di Bogor. Sistem pendidikan dan pengajaran di ponpes ini memadukan kurikulum Kementerian Agama dengan sistem pendidikan nasional, termasuk kurikulum pesantren itu sendiri.

Ponpes Daarul Uluum merupakan pesantren modern dengan sistem boarding school. Tidak ada santri yang pulang pergi, semuanya wajib masuk asrama dan meng­kuti sistem yang sudah ada.

”Ter­masuk anak pak kiai atau anak guru di sini pun wajib masuk asrama, agar semuanya masuk ke dalam sistem,” beber Kepala MA Daarul Uluum, Hasbulloh.

Selama bulan Ramadan, tidak ada aktivitas yang dikurangi dari ponpes ini, justru ditambah. Bahkan, ketika awal Ramadan tidak ada libur. Kegiatannya diisi dari awal Ramadan, memasuki Ramadan, dan di akhir Ramadan.

Menjelang Ramadan, sambung Hasbulloh, ponpes ini memiliki tradisi yang juga dilakukan warga Bogor, yaitu tarhib Ramadan. Semua santri unjuk kebolehan menampilkan kreativitasnya. Ada marching band, marawis, kasidah, dan kreativitas lain santri seperti pencak silat dan lainnya.

BERDAYAKAN: Para santri Daarul Uluum saat berkumpul di lapangan mengikuti baiat. Para pengurus santri atau OSIS Daarul Uluum (bawah).

Kemudian ziarah ke makam pendiri pesantren yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari pesantren. “Jadi, seluruh santri berduyun-duyun ke sana ziarah, setelah itu melakukan semacam cucurak atau ngaliwet bareng seluruh santri dan dewan guru,” tuturnya.

Masih kata Hasbulloh, di hari pertama bulan Ramadan selalu ada sahur bersama, agar kebersamaannya lebih terasa. Adapun program khusus selama Ramadan, yakni kajian kitab yang diselenggarakan sore bakda ashar, tadarus Alquran setelah salat wajib, kajian-kajian keislaman menjelang buka puasa.

Tiap jelang buka puasa, santri sudah berada di masjid, dimulai dengan zikir dilanjutkan tahfidzul Quran. Khususnya untuk santri yang memiliki utang hafalan Alquran.

”Selain itu, santri pun berbagi takjil dengan masyarakat sekitar pesantren. Lalu, untuk mempererat tali silaturahmi, seluruh dewan guru Daarul Uluum melakukan buka puasa bersama dengan keluarga besar,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan Tarawih terdapat proses pendidikan di dalamnya. Misal, ketika menjelang magrib yang mengisi berbeda-beda. Misalnya pimpinan, unsur pimpinan itu akan bergantian, dan dibuat jadwal untuk yang jadi imam salat Tarawih, kemudian muroqi, juga yang menjadi bilal.

“Biar santri pun merasakan, ketika pulang ke rumah pernah menjadi imam, bilal, juga pernah memimpin zikir. Sehingga ketika pulang mereka tidak kaget karena sudah terbiasa,” tandasnya.(cr4/c)

Komentar Anda

Baca Juga