Beranda Politik

Persiapan Pemilu Masih Amburadul

Ilustrasi Pemilihan Umum. (dok.Jawapos)

CIBINONG-RADAR BOGOR,Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor terus merampungkan segala urusan yang berkaitan dengan pemilihan umum (pemilu) yang terhitung 20 hari lagi. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut bahkan mengklaim jika persiapan pemilihan bupati Bogor telah mencapai 90 persen.

Meski demikian, bukan berarti pelaksanaan pilkada di Bogor tanpa ada masalah. Salah satunya terkait temuan perbedaan jumlah DPT di dua kecamatan, yakni Cibinong dan Cileungsi.

Selain itu, pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat masih menemui kendala. Musababnya, masih ada beberapa logistik yang harus disiapkan.

“Kalau yang pilbup sudah 90 persen, sedangkan yang pilgub masih menunggu dari provinsi,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti kepada Radar Bogor, kemarin (7/6).

Haryanto melanjutkan, beberapa logistik yang masih ditunggu dari provinsi, antara lain, daftar calon tetap (DCT), kotak suara, dan bilik suara. Untuk kertas suara sudah selesai dilipat berbarengan dengan pelipatan surat suara untuk pemilihan bupati Bogor. “Termasuk form C dan D dari provinsi belum ada,” katanya.

Rencananya, kata Haryanto, logistik mulai didistribusikan H-4 pencoblosan. Sedangkan untuk kotak suara akan didistribusikan H-1 pencoblosan ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

“Semua kelengkapan dan perlengkapan TPS akan didistribusikan seperti kotak suara, bilik suara, form C, pulpen, spidol, lem, karet dan lain-lain,” terangnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin menuturkan, masalah DPT yang terjadi saat ini akan ditindaklanjuti oleh Panwaslu. Sebab, apabila terjadi masalah di lapangan, seperti hilangnya hak suara pemilih, maka bisa masuk ke ranah pidana.

“Kalau DPT itu kan temuan, kita memosisikan bahwa yang memiliki hak pilih harus memilih. Tidak ada alasan terkait dengan DPT yang kurang atau apa, jangan sampai masyarakat ingin memilih tetapi kertas suaranya tidak ada,” katanya.

Menurutnya, masalah ini tidak begitu saja terjadi. Panwaslu sudah melakukan pengawasan dalam prosesnya. Namun jika keadaannya seperti ini, maka akan ditindaklanjuti juga oleh Panwaslu. “Kita akan pantau semua. Jangan sampai yang memiliki hak suara tidak bisa memilih,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan bahwa segala persiapan pilkada sudah sesuai dengan tahapan yang telah diagendakan dan ditetapkan. Ia juga mengaku akan melakukan pengawalan, termasuk saat pendistribusian.

“(Kekurangan surat suara, red) ada mekanismenya, sudah diantisipasi. Tenang, Pilkada Bogor aman terkendali. Nanti hari-H saya juga akan mengawal,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga