Beranda Ekonomi

PR Jaga Inflasi Tetap Rendah

BERBAGI
Toni Suhartono/Indopos
BERTAHAN: Nilai tukar rupiah bertahan di kisaran Rp13.800 per dolar AS (USD) dalam dua hari terakhir.

JAKARTA–BOGOR,Bank Indonesia (BI) dan pemerintah berupaya tren inflasi yang melandai pada Ramadan tahun ini terjaga hingga Lebaran. Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) bakal diperkuat untuk mengen­da­li­kan harga dan menjaga keterse­diaan pangan pokok di masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi 0,21 persen pada Mei. Lebih rendah daripada inflasi satu bulan sebelum Le­baran pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan perkem­bangan itu, inflasi tahunan Mei 2018 sebesar 3,23 persen year-on-year (yoy).

Kepala Grup Riset Ekonomi Departemen Kebijakan Eko­nomi dan Moneter Bank In­donesia (BI) Reza Angling­kusumo menilai, capaian inflasi Mei tersebut merupakan indi­kasi yang cukup baik. Sebab, mendekati Lebaran, biasanya inflasi cukup tinggi.

’’Ini sesu­atu yang menggem­birakan. Artinya, kecenderungan me­ningkatnya harga-harga di Indonesia itu terkendali,’’ ujar Reza di kantor Bank Indonesia kemarin (5/6).

Reza juga mengungkapkan, inflasi yang terkendali tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. ’’Inflasi 2,5–3,5 persen setiap provin­si. Yang terendah dari sisi in­flasi pada Mei itu kawasan Ba­li,’’ katanya.

Sementara itu pada ba­gian lain, nilai tukar rupiah berta­han di kisaran Rp13.800 per dolar AS (USD) dalam dua h­ari terakhir. Di kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kemarin rupiah berada di level Rp 13.887 per USD. Di pasar spot (Bloomberg), rupiah bertengger di harga Rp13.880 per USD.

Dalam sepuluh hari terakhir atau sejak 24 Mei 2018, rupiah mengalami apresiasi. Akibatnya, depresiasi rupiah terhadap USD berkurang menjadi 2,9 persen secara year to date (ytd) sejak Januari 2018.

’’Sudah ada net inflow, ada dana masuk dari sisi surat utang negara (SUN). Sudah mulai positif dalam beberapa hari ini,’’ ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo setelah diskusi bertema Langkah Strategis Fiskal Moneter: Mem­bangun Optimisme Ekonomi Indonesia kemarin. Aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp13 triliun.

Dody menyatakan, sentimen positif terasa sejak BI menaikkan suku bunga BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR) menjadi 4,75 persen pada Mei lalu. Konfidensi pasar meningkat karena BI berupaya memitigasi risiko lewat bauran kebijakan, mulai moneter hingga makro­­prudensial. Arah pergerakan nilai tukar di negara-negara berkembang juga mulai menuju apresiasi sehingga rupiah ikut menguat dalam beberapa hari terakhir.

Inflasi yang terjaga di level 3,23 persen (yoy) pada Mei masih sesuai dengan sasaran BI, yakni 2,5–4,5 persen pada akhir 2018. Namun, menurut Dody, pada Juni mendatang, ada tekanan dari The Fed.(agf/rin/c14/fal)

Komentar Anda

Baca Juga