Beranda Politik

Yusuf Mansur : Badra Terus Istiqomah

BERBAGI
SAHABAT :Ustaz Yusuf Mansur menemui dua sahabatnya calon wali kota dan wakil wali ktoa Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim sekaligus memberikan tausiyah, Senin (4/5).

BOGOR-RADAR BOGOR,Keluarga besar Bima Arya-Dedie A Rachim (Badra) memperingati malam Nuzulul Quran 1439 Hijriah di Saung Badra, Senin (4/6). Selain dihadiri pasangan calon, tampak ribuan jaringan relawan pendukung hingga para tokoh dari partai koalisi.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaaan ayat suci Alquran, musik akustik religi hingga tausiyah dari ulama kondang yang juga Pendiri Pondok Pesantren Darul Qur’an, Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur mengajak hadirin memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk meminta ampunan dan rahmat kepada Allah swt. Karena dengan itu, maka segala keinginan dan cita-cita kita bisa diridhoi oleh Allah SWT. “Karena yang bikin terhalang rizki itu dosa kita,” ujarnya saat memberikan tausyiah usai mengimami solat Isya dan tarawih berjamaah.

Selain itu, ia juga mengajak untuk mengamalkannya lewat niat dan usaha. Bima Arya, kata Yusuf Mansur, termasuk sahabatnya. Ia pun banyak belajar dari Bima Arya. Bahkan anaknya pun ngefans dengan Bima. “Kalau saya tidak salah kutip, Kang Bima mengajak kita semua kembali kepada niat.

Itu betul. Niat itu bagaimana cerita futuristiknya. Gabungan pikiran, perasaan, tulisan, doa, dibungkus menjadi niat. Kalau punya niat jangan setengah-setengah. Gas pool aja,” katanya.

Politik, kata dia, mempunyai sisi strategis dalam menjalankan kehidupan. Peranan politisi sangat berpengaruh untuk menjaga ketertiban dan kesejahteraan umat. Harus diingat juga untuk menjaga ukhwah Islamiyah serta persatuan, kesatuan dan kerukunan dalam beragama. Jangan sampai karena perbedaan politik kita bercerai berai.

“Untuk Kang Bima dan Kang Dedie, semoga tetap istiqomah dalam memabngun Kota Bogor. Karena semua syarat sudah ada di Kang Bima dan Kang Dedie. Semangat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bima Arya mengingatkan para relawan dan warga kota Bogor untuk mewarnai dan mencerahkan Pilkada nanti dengan niatan yang sejuk dan menginspirasi.

“Kalau kita ingat sejarah peperangan Rasullah. Rasul membangun tradisi baru, kalau peperangan sebelumnya saling menghancurkan dan membunuh, tetapi perangnya itu malah dilakukan dalam kondisi revolusi sosial yang relatif damai,” ujarnya saat menyampaikan pidato dihadapan Keluraga Besar Badra.

Ia melanjutkan, peperangan itu simpatik, memuliakan dan memerdekakan. Itu pula yang diinginkan pasangan Badra pada Pilkada Kota Bogor.(gal/c)

Komentar Anda

Baca Juga