Beranda Berita Utama

Dewan Desak Revisi RPJP

BERBAGI
PADAT: Permukiman dan penduduk di kawasan Malabar terus bertambah. Sedangkan, sarana dan prasarana pendukung masih minim.

BOGOR–RADAR BOGOR,Kondisi warga Malabar yang masih memprihatinkan, menjadi “tamparan” keras bagi para pemangku kebijakan. Terlebih, wilayah yang berada di Kecamatan Bogor Tengah itu tak jauh dari rumah dinas wali kota bahkan istana.

Sejumlah pihak menyayangkan hal tersebut. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jajat Sudrajat menegaskan, rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Kota Bogor harus segera direvisi. Sebab, saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan geografis Kota Bogor.

Lebih lanjut ia mengatakan, pertumbuhan penduduk dua persen setiap tahunnya menjadikan Bogor sebagai kota metropolitan karena penduduk­nya di atas satu juta jiwa.

“Saya sudah sampaikan berkali-kali, RPJP harus segera diubah karena kita sudah metropolitan. Kebutuhan kamar, air, listrik dan lainnya sudah tak seimbang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan harus tersebar hingga ke wilayah perbatasan. Kenestapaan warga Malabar yang berada di Kelu­­rahan Babakan dan Tegallega membuat Camat Bogor Tengah, Agus­tian Syah tengah mem­formulasikan program akselerasi untuk menarik keluar warganya dari hidup nelangsa.

Besok (6/6), mantan Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Bogor itu akan mengumpulkan seluruh lurah di bawahnya untuk meng­­atasi temuan Radar Bogor di sekita­ran Malabar. Sejak infror­masi itu ia dapatkan, Agus men­cari­kan solusi dengan meru­muskan program-program akselerasi.

“Ada program-program akselerasi terkait temuan-temuan di wilayah kami. Rabu baru mau ngumpulin lurah semuanya,” kata Agus kepada Radar Bogor, kemarin (4/6).

Bukan hanya mengevaluasi Kelurahan Babakan dan Kelurahan Tegallega, Agus juga menginstruk­sikan seluruh lurah di bawahnya menangani kondisi serupa dengan di dua kelurahan itu. Dalam waktu dekat, jajarannya akan melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga.

“Ini kan baru satu wilayah Malabar, saya instruksikan juga kepada semua lurah untuk mengecek di wilayahnya masing-masing. Kita akan akselerasi, turun langsung ke warga, kebutuhan apa yang diinginkan oleh warga,” papar Agus.

Ia pun mengaku prihatin mengetahui warganya yang hidup dalam kesusahan. Beberapa solusi yang tengah ia ramu, semata-mata untuk mengatasi sulitnya lapangan kerja, mempermudah akses berobat, serta meringankan beban pendidikan anak.

“Sayang sekali kalau ada warganya yang hidup di bawah kondisi normal. Jadi, kami akan akselerasi, kita akan data ulang. Program mana yang tepat dilaksanakan di masyarakat,” tukasnya.(fik)

Komentar Anda

Baca Juga