Beranda Berita Utama

Tol Fungsional Maksimal 60 Km/Jam

Salah satu ruas jalan Tol Ngasem yang digunakan untuk mudik tahun ini (dok.JPG)

JAKARTA–RADAR BOGOR,Pemerintah terus me­mantau kesiapan arus mudik dan balik Lebaran. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kemarin (1/6) Polri dan Kemenhub melakukan tinjauan ke beberapa ruas yang akan dilalui pemudik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi meninjau pembangunan jalan tol Solo–Kertosono.

”Kami imbau masyarakat yang menggunakan jalan tol fungsional tetap berhati-hati. Kecepatan 40 hingga 60 kilometer per jam saja,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan macet di gerbang-gerbang tol karena kehabisan saldo, PT Jasa Marga telah melakukan penambahan fasilitas top up uang elektronik.

AVP Coorporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan 43 lokasi top up yang tersebar di gerbang-gerbang tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan anak usahanya.

Sebelumnya, kata Dwiamawan, Jasa Marga telah memiliki 13 lokasi dengan fasilitas top up. ”Dengan tambahan 43, berarti telah ada 56 lokasi top up di seluruh Indonesia,” katanya kemarin (1/6).

Lima puluh enam lokasi top up tersebar di beberapa ruas jalan tol, di antaranya Tol Jakarta-Cikampek yang memiliki 10 lokasi top up. Yakni di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama, GT Cikarang Utama, GT Bekasi Barat, GT Pondok Gede Timur, GT Tambun dan GT Karawang Timur, GT Karawang Barat, dan GT Cikampek.

Selain menambah lokasi top up, untuk mempermudah pelayanan dalam pembelian dan pengisian saldo uang elektronik, Dwimawan mengatakan, Jasa Marga telah bekerja
sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan 24 lokasi layanan top up bergerak di beberapa tempat istirahat dan pelayanan (TIP) sepanjang Juni 2018.

“Meski begitu, Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol,” kata
Dwimawan.

Layanan gerak top up juga disediakan pengelola tol ruas Cikopo-Palimanan (Cipali) PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Layanan ini juga disediakan di beberapa rest
area.

”Untuk rest area, LMS akan menambah beberapa toilet portabel yang dikhususkan secara proporsional untuk wanita, kiosk makanan, restoran, penambahan tempat parkir kendaraan, standby Gen-Set, penyediaan BBM dalam kemasan berukuran 5–10 liter dari Pertamina, serta pengadaan posko kesehatan dan layanan gerak top up,” kata Vice President Director LMS Fidraus Aziz.

Firdaus memprediksikan, kepadatan tertinggi arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. Sedangkan arus balik pada H+4 Lebaran. Diperkirakan ada kenaikan jumlah kendaraan yang melintas pada hari tersebut meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu.

”Sebagai antisipasinya, kami akan menambah 14 gardu di GT Palimanan Utama sehingga total yang dioperasikan mencapai 26 gardu,” ujar Firdaus.

Selain itu, akan ada penambahan tenaga petugas tol 78 orang untuk membantu pelayanan transaksi oleh pengguna. Ada tambahan 18 orang lainnya untuk membantu mengatur arus lalu lintas.

Selain itu, LMS juga menyediakan 6 unit videotron untuk memberikan info lalu lintas pada pengguna. Mobil patroli, ambulans, rescue, derek, PJR Kantib dan Turlalin khusus lebaran juga disiagakan di Palimanan.(tau/jun)

Baca Juga